TANJUNG SELOR – Polda Kaltara memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Yusuf menginstruksikan personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) untuk memeriksa kembali seluruh peralatan karhutla agar lengkap dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu.
Yusuf mengatakan, kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam mendukung kecepatan respons ketika terjadi karhutla. “Seluruh peralatan karhutla yang dimiliki Ditsamapta harus diperiksa kembali. Pastikan lengkap, dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu,” kata Yusuf kepada Radar Kaltara, Jumat (18/9).
Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan personel Ditsamapta Polda Kaltara. Selain kesiapan menghadapi karhutla, Yusuf menekankan pentingnya kedisiplinan, kesiapsiagaan serta profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas. “Sebelum melaksanakan tugas, personel harus memperhatikan sikap tampang, kerapian dan kelengkapan karena hal tersebut merupakan cerminan kedisiplinan dan profesionalisme,” ungkapnya.
Yusuf juga mengingatkan personel agar menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan dan penghasilan masing-masing. Pengelolaan keuangan yang bijaksana diperlukan agar personel tidak terjebak perilaku konsumtif dan tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya meminta personel bijaksana dalam mengelola keuangan, menghindari perilaku konsumtif dan mengutamakan kebutuhan serta kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Selain itu, kemampuan dan keterampilan personel diminta terus ditingkatkan, terutama dalam bidang bela diri Polri. Latihan secara rutin dan sungguh-sungguh dinilai penting untuk meningkatkan ketangkasan, kesiapsiagaan dan kepercayaan diri saat menghadapi berbagai situasi di lapangan.
“Kemampuan bela diri harus terus dilatih agar personel semakin tangkas, siap dan profesional dalam melaksanakan tugas,” ungkapnya.
Dalam pembinaan tersebut, Yusuf turut menyoroti kebersihan lingkungan barak. Personel diminta menjaga kebersihan kamar, halaman, kamar mandi, dapur serta fasilitas lainnya secara bersama-sama.
“Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama agar lingkungan barak tetap bersih, rapi, sehat, tertib dan nyaman,” katanya.
Yusuf juga mengingatkan seluruh personel untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran, baik disiplin maupun kode etik profesi Polri. Termasuk menjaga perilaku, pergaulan dan penggunaan media sosial agar tidak merugikan diri sendiri maupun institusi. “Jaga sikap, perilaku, pergaulan dan nama baik institusi, termasuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim