Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jelang Nataru, DKPP Pastikan Stok Pangan Tarakan Aman

Eliazar Simon • Senin, 15 Desember 2025 | 15:24 WIB

 

AMAN : DKPP Kota Tarakan memastikan ketersediaan pangan jelang Nataru aman.
AMAN : DKPP Kota Tarakan memastikan ketersediaan pangan jelang Nataru aman.

TARAKAN – Ketersediaan bahan pangan di Kota Tarakan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dipastikan dalam kondisi aman. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan menegaskan stok bahan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meski sejumlah komoditas mulai mengalami fluktuasi harga.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Tarakan, Wiwi Aisyah, mengatakan hingga pertengahan Desember, pasokan pangan yang beredar di pasar tradisional maupun modern masih relatif stabil dan belum menunjukkan adanya kelangkaan.

“Kalau untuk ketersediaan pangan jelang Nataru, insya Allah masih aman. Barang yang beredar di masyarakat cukup dan masih terpenuhi,” ujar Wiwi, Senin (15/12).

Meski stok terjaga, dinamika harga tetap tidak terhindarkan. Wiwi mengakui beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan dan penurunan harga seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat secara nasional menjelang hari besar keagamaan.

“Kalau harga memang fluktuatif. Hari ini bisa stabil, besok bisa naik. Apalagi kebutuhan pangan ini hampir sama di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia menyebutkan, gangguan di daerah sentra produksi turut memengaruhi distribusi pasokan. Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Tamiang, menyebabkan distribusi pangan nasional sedikit terganggu sehingga berdampak pada pergerakan harga di daerah tujuan.

“Dengan adanya bencana itu, sentra produksi agak terganggu. Pasokan pasti berpengaruh, sehingga harga jadi naik turun,” katanya.

Berdasarkan pemantauan DKPP, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada pekan ini di antaranya bawang merah dan telur. Harga bawang merah tercatat berada di kisaran Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, sementara telur lokal juga mengalami kenaikan.

“Minggu ini yang agak naik itu telur dan bawang merah. Untuk bawang merah memang biasanya naik menjelang hari besar,” ungkap Wiwi.

Sementara itu, harga cabai masih bersifat fluktuatif. Setelah sempat naik, harga kembali turun dan diperkirakan masih akan mengalami perubahan. Berbeda dengan bawang putih yang hingga kini terpantau relatif stabil. Untuk bahan pangan pabrikan seperti tepung terigu, belum terlihat kenaikan yang signifikan.

“Cabai kemarin naik, sekarang turun, katanya mau naik lagi. Tapi masih naik turun. Kalau bawang putih masih stabil,” ujarnya.

Untuk komoditas protein hewani, khususnya ayam potong, harga masih berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram. DKPP memperkirakan, jika terjadi kenaikan menjelang Nataru, angkanya tidak akan terlalu tinggi.

“Ayam masih stabil. Mudah-mudahan tidak naik. Biasanya saat Natal tidak terlalu tinggi, yang signifikan itu saat bulan puasa,” jelasnya.

Dari sisi distribusi, DKPP memastikan pasokan pangan ke Kota Tarakan tetap lancar. Jalur transportasi laut masih aktif melayani pengiriman bahan pangan, baik melalui kapal reguler maupun armada milik pelaku usaha lokal. “Selama daerah asal produksi tidak ada masalah, pasokan aman. Kapal juga masuk terus ke Tarakan,” katanya.

Selain itu, DKPP juga membuka peluang kerja sama antardaerah atau government to government (G2G) sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

“Pemerintah memfasilitasi kerja sama antar pemerintah daerah. Untuk bisnis tetap dijalankan oleh pelaku usaha, sementara kami menjembatani agar jumlah dan harga bisa lebih stabil,” tambahnya.

Menjelang Nataru, DKPP Tarakan memastikan pengawasan pasar akan terus dilakukan. Inspeksi mendadak (sidak) harga dan stok bahan pokok direncanakan guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
“Biasanya menjelang Natal tetap ada sidak di pasar, meski jadwalnya belum ditentukan,” tutup Wiwi. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pangan #nataru