Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Optimasi Lahan Berlanjut, Usulkan 3.258 Hektare di Nunukan

A
Penulis: Asrullah RT❯
EVALUASI : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara dan perwakilan instansi terkait saat melaksanakan pertemuan pembahasan OPLAH. 
EVALUASI : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara dan perwakilan instansi terkait saat melaksanakan pertemuan pembahasan OPLAH. 

Advertisement

NUNUKAN - Program Optimasi Lahan (OPLAH) sebagai salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan kurang optimal, telah rampung dilaksanakan di Kabupaten Nunukan pada 2025.

Melalui program ini, lahan rawa dan lahan kurang produktif diubah menjadi lahan usaha tani yang lebih produktif guna meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), khususnya untuk komoditas padi.

Total luasan yang berhasil dioptimalkan mencapai 3.555 hektare. Kegiatan ini mencakup berbagai pekerjaan fisik seperti pembuatan dan peninggian tanggul, perbaikan saluran irigasi, serta pembenahan pematang. 

Advertisement

Pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat yang berkolaborasi dengan TNI, sehingga turut mendorong pemberdayaan tenaga kerja lokal. Seiring rampungnya program tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan menggelar rapat evaluasi.

Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Heri Rudiono, M.Si., beserta jajaran, serta berbagai pihak terkait, termasuk tim teknis dan penyuluh OPLAH.

Kepala Bidang Infrastruktur Pangan Sarana dan Prasarana Pertanian, DKPP Nunukan, Iwan Hermawan mengatakan, usai OPLAH dilaksanakan pada 2025, Pemkab Nunukan Tidak berhenti pada pelaksanaan tersebut. 

Advertisement

"Tahun ini, Pemkab Nunukan juga menyiapkan langkah lanjutan berupa program cetak sawah rakyat pada 2026. Dan Pemkab Nunukan ntelah mengusulkan kegiatan cetak sawah di 19 titik lokasi dengan target luasan sekitar 3.258 hektare kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia," ucap Iwan Hermawan. 

Menurutnya, kombinasi antara intensifikasi melalui OPLAH dan ekstensifikasi melalui cetak sawah baru diyakini mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pangan secara signifikan di daerah tersebut.

“Dengan adanya kegiatan optimasi lahan dan rencana cetak sawah ini, kami optimistis produksi padi di Kabupaten Nunukan akan terus meningkat,” jelasnya.

Sementara, Heri Rudiono menegaskan, OPLAH merupakan program strategis yang berperan penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, terutama padi, di Kabupaten Nunukan. 

Advertisement

Artikel Terkait

Dominasi Asal Sulawesi Selatan, Ini Penyebab 107 WNI Dideportasi dari Malaysia

Dominasi Asal Sulawesi Selatan, Ini Penyebab 107 WNI Dideportasi dari Malaysia

Sebanyak 107 WNI kembali ke Indonesia setelah menjalani proses pemulangan dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Tawau, Malaysia. Ratusan PMI ini

Ratusan PMI dari Malaysia Dipulangkan ke Tanah Air, Seorang Deportan Tunggu Persalinan

Ratusan PMI dari Malaysia Dipulangkan ke Tanah Air, Seorang Deportan Tunggu Persalinan

Pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) ke tanah air kembali dilakukan pemerintah Malaysia. Tercatat sebanyak 107 WNI yang merupakan Pekerja

Lewat Jumat Keliling, Kapolres Nunukan Bangun Kebersamaan Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Lewat Jumat Keliling, Kapolres Nunukan Bangun Kebersamaan Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni turun langsung menyapa masyarakat melalui kegiatan Jumat Keliling di Masjid At-Taqwa, Jalan Selisun, Keluraha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer