TARAKAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan memperingatkan potensi gelombang tinggi di perairan Kalimantan Utara (Kaltara), yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026 mendatang.
Kepala BMKG Tarakan, M Shulam Khilmi menjelaskan, kondisi tersebut sejalan dengan memburuknya cuaca akibat intensitas monsun Asia yang semakin kuat, peningkatan uap air, dan suhu di wilayah tersebut.
"Periode cuaca buruk di Kaltara diprediksi berlangsung dari Desember sampai Februari, yang berarti masih ada potensi kenaikan gelombang di perairan lokal," ujarnya, Senin (8/12).
Baca Juga: Membanggakan! Dua Atlet Kaltara Bela Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
Khilmi menambahkan, potensi gelombang tinggi hingga Februari tidak berarti terjadi setiap hari.
"Ada istirahatnya juga, ada saatnya cuaca tenang. Namun ketika monsun Asia bekerja lebih intens, pasokan uap air makin banyak ke Kaltara dan suhu juga naik maka potensi ketinggian gelombang akan meningkat lagi," katanya.
Kemudian, BMKG juga membagi perairan Kaltara menjadi tiga wilayah yang dipantau, selain Tarakan dan Bunyu juga meliputi Nunukan dan Sebatik, serta Tanjung Selor (mulai dari Muara sampai Tanah Kuning).
Baca Juga: Jaringan Penggelapan Mobil Rental di Tarakan Terungkap, Berikut Modus dan Peran Para Pelaku
"Informasi ini penting mengingat akan ada mobilitas penumpang yang meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru melalui transportasi laut seperti speedboat," ungkapnya.
BMKG mengimbau kepada operator transportasi untuk selalu memantau kondisi cuaca melalui saluran resmi BMKG, meningkatkan kepedulian terhadap tanda-tanda cuaca buruk, dan memanfaatkan prediksi yang disediakan.
"Saat ini BMKG telah menyediakan layanan prakiraan cuaca di 17 titik pelabuhan di Kaltara yang diupdate setiap hari. Pemberitahuan pra Kirana cuaca juga akan disampaikan kepada masyarakat, Disnav dan KSOP sebagai lembaga yang berwenang memberi izin kepada operator kapal dan speedboat," pungkasnya.(*nkh/).