TARAKAN - Meski memiliki potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai menjanjikan, namun hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sepertinya cukup kesulitan dalam memaksimalkan PAD dalam berbagai sektor.
Hal tersebut terlihat masih banyak fasum yang belum terkelola baik gedung, lahan parkir bahkan fasilitas yang telah terkelola.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi III sekaligus Ketua Pansus LKPj TA 2024 Randy Ramadhana Erdian menerangkan, dalam agenda LKPj 2024 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, pihaknya mengusulkan agar Pemkot Tarakan dapat meningkatkan potensi aset daerah yang ada.
Dikatakannya, peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sejumlah fasilitas umum (fasum) yang dinilai potensial untuk menghasilkan PAD yang lebih optimal.
"Kami mengapresiasi segala capaian Pemkot Tarakan dalam 1 tahun terakhir, namun yang menjadi catatan kami masih banyak aset yang belum terkelola dengan maksimal. Beberapa fasum yang kami soroti untuk kami usulkan pengelolaannya kepada pihak swasta antara lain adalah kawasan wisata Pantai Ratu Intan dan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Juata Kerikil. Kami juga menyampaikan agar pemerintah dapat membina Perumda agar lebih optimal memanfaatkan potensi yang ada," ujarnya, Kamis (24/4).
"Langkah ini diambil sebagai respons atas keterbatasan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang kami rasa memiliki beban kerja yang cukup banyak, jadi kesulitan mengelola fasum dengan maksimal. Kami melihat kalau dengan melibatkan pihak ketiga yang profesional, pengelolaan fasum seperti Pantai Ratu Intan akan menjadi lebih optimal dan memberikan kontribusi PAD yang signifikan," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim