Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Persoalan Antara Guru dan Kepsek di SD 001 Sebatik Tengah, Sekda Kerahkan Tiga OPD Lakukan Verifikasi

Asrullah RT • Minggu, 8 Februari 2026 | 15:50 WIB
Pj Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan
Pj Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan

NUNUKAN - Pemerintah Daerah (Pemkab) Ninukan tak tinggal diam atas persoalan guru, Halimah dan kepala sekolah (Kepsek) inisial S di SD 001 Sebatik Tengah. Buktikan, tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk melakukan verifikasi ke lapangan.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Raden Iwan Kurniawan mengaku prihatin atas insiden yang terjadi. Sebab, lingkungan sekolah seharusnya memberikan rasa aman, nyaman untuk pelajar saja. Tetapi untuk para tenaga pendidik juga.

"Kami menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi di SDN 001 Sebatik Tengah. Seharusnya, sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman dan sehat bagi semua. Baik peserta didik maupun tenaga pendidik,” ucap Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, Ahad (8/2).

Untuk mengungkap persoalan yang terjadi. Pihaknya harus mendengarkan kedua belah pihak yang berseteru. Karena itu, ia memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik), Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan untuk turun langsung ke lapangan.

“Kami meminta Disdik, Inspektorat, dan BKPSDM untuk mendatangi langsung SDN 001 Sebatik Tengah. Tujuannya agar informasi yang diperoleh benar-benar berdasarkan fakta lapangan, tidak hanya dari satu sudut pandang,” jelasnya.

Dan tiga OPD yang diminta terjun langsung ke lapangan dijadwalkan akan melakukan klarifikasi langsung ke sekolah pada Senin (9/2). Dari hasil klarifikasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan langkah selanjutnya.

Sebab, ia tidak ingin pemerintah daerah tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan sebelum proses klarifikasi dilakukan. “Prinsip kehati-hatian dan objektivitas harus dijunjung tinggi. Kami tidak bisa serta-merta menyatakan siapa yang salah dan siapa yang benar. Semua harus diverifikasi dengan mendengar keterangan dari kedua belah pihak," tegasnya.

Ia juga berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali. Sebab, kondisi ini berdampak serius terhadap situasi di sekolah dan kondisi psikologis tenaga pendidik.

"Tentunya, kejadian seperti ini kita harapkan tidak terulang. Kalau dibiarkan, bisa mengganggu proses belajar mengajar serta menciptakan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah,” pesannya.

Sementara, Kepala Disdik Nunukan, Akhmad mengungkapkan sejak persoalan ini muncul di media sosial, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan insiden di SDN 001 Sebatik Tengah.

Sebagai bentuk tindak lanjut, ia mengutus Kepala UPTD bersama pengawas sekolah untuk mendatangi sekolah guna menemui kepsek. Hanya saja, saat kunjungan dilakukan Kepala UPTD belum berhasil bertemu langsung dengan kepsek.

"Sejak Kamis (5/2) lalu, kami sudah mengutus Kepala UPTD dan pengawas sekolah ke lokasi untuk menemui kepala sekolah. Namun saat itu belum berhasil bertemu langsung,” bebernya.

Karena itu, pihaknya belum dapat membeberkan secara rinci kronologi kejadian. Mengingat proses pendalaman masih berlangsung dan perlu dilakukan berdasarkan fakta yang terverifikasi.

“Kami masih melakukan pendalaman dan penggalian informasi. Besok, Senin kami akan kembali ke SDN 001 Sebatik Tengah bersama BKPSDM dan Inspektorat Nunukan untuk melakukan klarifikasi secara menyeluruh,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#perbatasan #nunukan #guru #pendidikan