Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meski Pengangguran Turun, Namun Hal Ini yang Dikhawatirkan BPS Tarakan

E
Penulis: Eliazar Simon❯
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

Advertisement

TARAKAN – Angka pengangguran terbuka di Kota Tarakan memang menunjukkan tren penurunan. Namun di balik capaian tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan justru menyoroti fenomena yang dinilai lebih mengkhawatirkan, yakni meningkatnya jumlah anak muda usia produktif yang tidak bekerja, tidak mencari pekerjaan, dan tidak sedang menempuh pendidikan maupun pelatihan.

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, kelompok tersebut tidak tercatat sebagai pengangguran dalam statistik ketenagakerjaan karena tidak aktif mencari pekerjaan. “Yang dikatakan pengangguran itu adalah mereka yang berstatus mencari kerja,” ujarnya.

Menurut Umar, masih banyak masyarakat yang menganggap seseorang yang tidak bekerja otomatis masuk kategori pengangguran. Padahal dalam konsep statistik ketenagakerjaan, terdapat kelompok yang tidak bekerja sekaligus tidak mencari pekerjaan.

Advertisement

“Karena ada lagi kasus di mana orang ditanya apakah sedang mencari pekerjaan, dia bilang tidak. Tapi dia juga tidak bekerja. Nah, yang model begini itu tidak bisa dikatakan pengangguran,” katanya.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena banyak ditemukan pada kelompok usia muda yang seharusnya menjadi tulang punggung bonus demografi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. “Ini yang sebetulnya dikhawatirkan sekarang ketika anak muda makin banyak yang tidak mencari pekerjaan, tidak bekerja, tidak kuliah, dan tidak juga dalam aktivitas menuntut ilmu,” ungkapnya.

Menurut Umar, kelompok usia produktif yang tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi maupun peningkatan kapasitas diri berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan daerah.

Advertisement

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tarakan pada Agustus 2025 berada di angka 5,06 persen atau turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 5,11 persen. Jumlah pengangguran juga berkurang dari 6.216 orang menjadi 6.064 orang.

Meski demikian, Umar menilai angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ketenagakerjaan secara utuh. “Pada akhirnya, bonus demografi itu akan optimal kalau usia produktifnya benar-benar aktif bekerja, belajar, atau meningkatkan keterampilan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong generasi muda untuk lebih aktif mengembangkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan maupun kegiatan produktif lainnya. (zar/jnr)

Advertisement

Artikel Terkait

Gaji Tak Dibayar Full, Buruh PT Intracawood Mengadu ke DPRD Tarakan

Gaji Tak Dibayar Full, Buruh PT Intracawood Mengadu ke DPRD Tarakan

Industri pengolahan kayu menjadi salah satu sektor yang ikut menghadapi tantangan ketika pasar ekspor mengalami perlambatan. Kondisi ini tid

Dari Sentra Produksi hingga Wilayah Perbatasan, Kaltara Perkuat Ketahanan Pangan

Dari Sentra Produksi hingga Wilayah Perbatasan, Kaltara Perkuat Ketahanan Pangan

Kaltara perkuat ketahanan pangan hingga wilayah perbatasan

Film Horor-Thriller Korea My Home Rilis Poster dan Teaser, Kisah Apartemen Mewah Penuh Teror

Film Horor-Thriller Korea My Home Rilis Poster dan Teaser, Kisah Apartemen Mewah Penuh Teror

Film horor-thriller Korea My Home rilis poster dan teaser terbaru. Dibintangi Jang Gyuri dan Bae Jong Ok, tayang 25 November.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer