Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Malinau, Rury Ahmad Sururie, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul dari percikan listrik di ruangan belakang yang kemudian dengan cepat membakar dinding serta struktur bangunan berbahan kayu.
“Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik di ruangan belakang, yang membakar dinding dan bangunan dari kayu,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (20/3).
Kebakaran terjadi di Toko Mebel Zazami milik Heryyani Karani (48). Saat kejadian, pemilik bersama sembilan anggota keluarganya berada di dalam rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, meski kepanikan sempat terjadi di antara penghuni dan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi warga bernama Moyo, api mulai membesar setelah terjadi percikan listrik saat pemilik mengecek instalasi di bagian belakang bangunan. Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke posko pemadam kebakaran.
Petugas Damkar menerima laporan pada pukul 02.05 Wita dan langsung bergerak satu menit kemudian. Tim tiba di lokasi pada pukul 02.10 Wita dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 02.45 Wita.
Sebanyak 17 personel dikerahkan dalam penanganan ini, dilengkapi tiga unit mobil pemadam dan satu unit mobil rescue. Selain itu, pihak PLN juga turut hadir untuk membantu penanganan terkait instalasi listrik.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah aset mengalami kerusakan, di antaranya 10 unit lemari serta berbagai peralatan kerja mebel. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan dampak psikologis berupa kepanikan dan ketakutan bagi para penghuni.
Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman serta terkendali. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim