Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakai mengatakan terobosan yang dilakukan tahun ini merupakan bagian dari strategi membangun “tabungan masa depan” bagi warga, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan hutan.
“Kami mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mulai membangun dari sektor perkebunan. Rotan, kakao, dan gaharu ini kita dorong sebagai sumber penghidupan jangka panjang,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Selasa (20/01).
Ia menjelaskan, potensi kerajinan anyaman rotan masyarakat Sungai Tubu mulai menunjukkan perkembangan positif dan bahkan mendapat apresiasi dari para pengrajin di Malinau. Namun demikian, keterbatasan bahan baku menjadi tantangan karena rotan kini semakin sulit diperoleh dan belum banyak masyarakat yang membudidayakannya.
“Karena itu, tahun ini kita mulai menggalakkan penanaman rotan. Selain bernilai ekonomi, ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengamankan kawasan hutan,” jelasnya.
Selain rotan, kakao dan gaharu juga menjadi perhatian serius. Di Desa Longnyau, Jimmy menerangkan sudah ada warga yang berhasil memanen gaharu pada tahun lalu. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat lainnya.
“Ini memberikan kepercayaan bahwa sektor perkebunan bisa benar-benar dimanfaatkan untuk masa depan,” katanya.
Untuk memperkuat pengembangan gaharu, pihak kecamatan juga menjalin komunikasi dengan petani gaharu di Kalimantan Timur yang dinilai memiliki inokulan berkualitas serta pola budidaya yang sudah teruji. Ke depan, direncanakan akan dilakukan studi tiru guna mempercepat transfer pengetahuan kepada masyarakat Sungai Tubu.
Tak hanya itu, potensi madu kelulut juga mulai dilirik untuk dikembangkan, sejalan dengan karakter masyarakat Sungai Tubu yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan.
“Masyarakat kami hidup di sekitar hutan. Maka yang kita kembangkan adalah potensi yang sesuai dengan kondisi alam dan budaya setempat,” tambahnya.
Ia berharap, langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mengubah stigma Sungai Tubu sebagai wilayah pedalaman yang tertinggal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi pedalaman bisa bangkit, dan Sungai Tubu punya potensi besar untuk terus berkembang,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim