Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jangan Remehkan Cuaca Beijing Awal Musim Semi, Kalau Nggak Mau Menderita!

Radar Tarakan • Rabu, 12 Maret 2025 | 15:08 WIB
Photo
Photo
Nur Rahman, Beijing
Nur Rahman, Beijing

Catatan Perjalanan Kaltim Post Group ke Negeri Tirai Bambu (1)

PEKAN kedua Februari lalu, Radar Tarakan berkesempatan mengunjungi Tiongkok bersama Kaltim Post Group. Beijing dari kota pertama yang kami telusuri.

Sejak sepekan sebelum keberangkatan, kami sudah diingatkan kalau cuaca di Beijing masih dingin, dan sebagainya. Dingin yang ada dalam pikiran kami adalah, dingin-dingin seperti di dataran tinggi atau pegunungan Indonesia. Masih toleran buat badan.

“Apalagi kan sudah musim semi. Paling ya seperti di Bromo atau Dieng,” kata saya kepada Maulana, Pemred Radio KPFM yang ikut dalam rombongan.

Sebenarnya kesalahan pertama saya adalah menebak-nebak. Padahal, prakiraan cuaca dan temperatur di kota manapun, bisa kita dapat lewat mesin pencari.

Angka 3 derajat celcius yang muncul di Google Weather, tampak terasa begitu kami tiba di Beijing Capital International Airport. Tapi ternyata, suhu di kawasan bandara lebih tinggi karena memakai penghangat ruangan.

“Bandara ini masih pakai penghangat. Suhu di luar lebih dingin. Bapak-Ibu tolong langsung dipakai jaket tebal dan sarung tangannya,” ujar Miss Yang, local guide yang memandu kami selama di Ibu Kota Tiongkok.

Betul saja, saat kami tiba hari Selasa (12/2) pagi, di luar ruangan, suhu 3 derajat celcius seakan mencabik kulit wajah dan telapak tangan saya. Hembusan angin musim semi mempertajam sayatan dinginnya suhu kota.

Dari 25 orang yang gabung dalam rombongan, ada dua orang yang lupa mengeluarkan sarung tangan. Saya, dan Tia, salah satu staf dari Kaltim Post.

Dampaknya, seharian di Beijing kami terus menyembunyikan tangan dalam saku. Sesekali keluar untuk membuka ponsel, tapi dengan gerak yang terbatas karena kaku.
Selain suhu yang rendah, Beijing di awal Februari juga akan menyiksa permukaan kulit. Itu karena kelembapan udara yang sangat rendah.

Baca Juga: Kualitas Air Sempat Dikeluhkan, PDAM Tarakan Tegaskan Kualitas Air Sudah Normal

“Sudah dingin, kering. Jadi kulit gampang kering juga. Terutama bibir, bisa luka. Jangan lupa setiap jam oleskan lip balm yah,” kata Madeline, pemandu yang ikut kami dari Indonesia.
Pada hari pertama kedatangan di Negeri Tirai Bambu, kami langsung melakukan tur. Sehingga, tidak ada jeda waktu membongkar isi koper untuk melengkapi pakaian hangat kami.

Suhu di Beijing terus bergerak pada hari itu. Tertinggi 9 celcius pada siang hari, dan semakin dingin menjelang gelap.

“Dinginnya kita masih tahan. Tapi kalau sudah ketiup angin, berasa ditusuk,” kata Pandu, redaktur Kaltim Post yang juga ikut rombongan.

Validasi bahwa Beijing masih dingin saat awal musim semi, adalah masih membekunya beberapa permukaan air. Sungai dan danau yang kami temui, tak jarang masih berwujud es di permukaannya.

Pada hari pertama di Tiongkok, rombongan yang kami namai Kaltim Post Group Goes to Beijing & Chongqing ini mengunjungi beberapa titik. Tienanmen, alun-alun utama negara ini jadi tujuan awal. Berlanjut ke Forbidden City yang masih satu kawasan. (bersambung)

Untuk mengantisipasi dinginyna suhu Beijing pada awal Musim Semi, berikut beberapa tips dari Radar Tarakan:

1. Pastikan pakaian hangat sudah lengkap (jaket tebal, penutup kepala, syal, pakaian tebal/berlapis, long john, kaos kaki ganda, sarung tangan, dan masker jika perlu)

2. Jangan lupakan body care, seperti body lotion, moisturizer, lip balm, hand cream)

3. Minuman Hangat dalam Tumbler yang tahan seharian

4. Air Mineral untuk mencegah dehidrasi karena keringnya udara

Editor : Azwar Halim
#cuaca #Negeri Tirai Bambu #menderita #wisata #beijing #Kaltim Post Group Goes #perjalanan