TARAKAN – Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Tarakan memastikan hasil perikanan asal Kalimantan Utara masih aman dikonsumsi. Dari ratusan sampel yang diuji selama 2025 hingga pertengahan 2026, belum ditemukan kandungan logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), maupun timbal (Pb) yang mendekati ataupun melebihi ambang batas keamanan pangan.
Kepala BPPMHKP Tarakan, Piyan Gustaffiana, S.St.Pi., M.Si., M.H., mengatakan, sepanjang 2025 pihaknya telah menguji 141 sampel hasil kelautan dan perikanan. Sementara hingga Juni 2026, jumlah sampel yang telah diperiksa mencapai 76 sampel.
“Kalau melihat dari data yang kita dapat, belum ada sampel yang teridentifikasi atau terdeteksi berada di atas ambang batas terkait logam berat, seperti kadmium, merkuri, maupun timbal,” ujarnya, Jumat (31/7).
Menurut Piyan, pengambilan sampel dilakukan secara berkala melalui kegiatan monitoring dan surveilen untuk memastikan produk perikanan yang beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan pangan. Sasaran utama pengawasan adalah Unit Pengolahan Ikan (UPI), namun pengambilan contoh juga dilakukan di pasar tradisional maupun pasar modern sesuai kebutuhan pengawasan.
“Target utama kami memang di Unit Pengolahan Ikan, selain itu juga dilakukan di pasar tradisional maupun pasar modern sesuai kebutuhan pengawasan,” katanya.
Ia menjelaskan laboratorium BPPMHKP Tarakan yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) saat ini memiliki ruang lingkup pengujian mikrobiologi dan sensori atau organoleptik. Parameter mikrobiologi yang dapat diuji meliputi Angka Lempeng Total (ALT) dan Escherichia coli.
Sementara itu, pengujian logam berat, residu antibiotik, formalin, maupun parameter lain yang belum menjadi ruang lingkup laboratorium Tarakan dilakukan melalui laboratorium mitra yang telah memiliki kompetensi dan perjanjian kerja sama.
“Logam berat memang belum masuk ruang lingkup laboratorium kami. Namun, itu tetap menjadi target pengujian. Ketika ada kebutuhan, pengujiannya dilakukan melalui laboratorium yang memiliki kompetensi untuk parameter tersebut,” jelasnya.
Piyan menambahkan, hasil pengujian laboratorium tidak hanya digunakan untuk memastikan keamanan pangan, tetapi juga sebagai deteksi dini terhadap kemungkinan adanya cemaran bakteri patogen, residu antibiotik, maupun logam berat pada hasil perikanan.
BPPMHKP bersama BPOM terus melakukan monitoring terhadap produk perikanan yang beredar di pasar domestik. Masyarakat juga diimbau lebih cermat memilih produk perikanan yang memenuhi kriteria mutu dan aman dikonsumsi.
“Apabila memerlukan informasi mengenai keamanan mutu hasil perikanan, Badan Mutu siap memberikan pendampingan,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT