
TANJUNG SELOR – Minat anak mengonsumsi ikan di Bulungan masih terolong rendah rendah. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan bersama TP PKK Bulungan, Senin (27/7).
Kepala Dinas Perikanan Bulungan, H. Syam Hendarsyah mengatakan, masih rendahnya konsumsi ikan di kalangan anak menjadi perhatian bagi daerah yang kaya sumber daya perikanan.
"Anak-anak sekarang mulai kurang berminat mengonsumsi ikan. Padahal daerah pesisir memiliki potensi perikanan yang melimpah. Ironisnya, di beberapa wilayah pesisir justru masih ditemukan angka stunting yang cukup tinggi. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencari solusinya," kata Syam kepada Radar Kaltara, Senin (27/7).
Menurutnya, perubahan pola konsumsi menjadi salah satu penyebab utama. Banyak anak lebih memilih makanan instan dibandingkan ikan yang memiliki kandungan protein dan gizi lebih tinggi.
"Di daerah pesisir, anak-anak terkadang sudah bosan makan ikan setiap hari. Mereka justru lebih senang mengonsumsi makanan instan seperti mi instan yang nilai gizinya tentu tidak sebaik ikan," katanya.
Karena itu, Dinas Perikanan Bulungan terus menggencarkan kampanye Gemarikan melalui berbagai program edukasi, termasuk pelatihan mengolah ikan menjadi aneka menu yang lebih menarik, sehat dan disukai anak.
"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya keluarga, mendapatkan pengetahuan baru dalam mengolah hasil perikanan menjadi makanan yang lebih bervariasi, sehat, dan disukai anak-anak," jelasnya.
Syam menambahkan, pelatihan tersebut merupakan program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang wajib dilaksanakan pemda sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.
"Harapan kami nantinya lahir inovasi-inovasi baru dalam pengolahan hasil perikanan sehingga setiap daerah memiliki makanan khas berbahan dasar ikan yang menjadi kebanggaan daerah," tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan mengolah hasil perikanan dan menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat.



