Pendamping ODHIV di Tarakan Soroti Peran Aplikasi Kencan dan Pencegahan HIV

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:44 WIB
ILUSTRASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL
ILUSTRASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL

TARAKAN – Perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga memunculkan tantangan baru dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Kemudahan mengakses aplikasi berbasis lokasi dinilai ikut memengaruhi pola pergaulan sebagian masyarakat sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih kuat dari berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga pemerintah.

Pendamping Orang dengan HIV (ODHIV) di Tarakan berinisial HD mengungkapkan, pola perkenalan antarsesama kini banyak dilakukan melalui aplikasi kencan berbasis lokasi. Menurutnya, pengguna aplikasi tersebut tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga remaja, bahkan mereka yang telah berkeluarga sehingga diperlukan perhatian serius, terutama terhadap anak di bawah umur.

"Di era digital sekarang ini, cara mereka berkenalan sudah melalui aplikasi kencan berbasis lokasi. Penggunanya dari berbagai kalangan, mulai anak SMP, SMA sampai yang sudah berkeluarga," ujarnya, Senin (27/7).

"Kasus pada anak di bawah umur ini perlu perhatian khusus karena peran keluarga sangat menentukan agar mereka tidak terjerumus lebih jauh," lanjutnya.

Dikatakannya, pemerintah harus memperkuat pengawasan terhadap platform digital yang kerap dimanfaatkan sebagai media membangun jaringan. Menurutnya, polemik mengenai LGBT juga tidak boleh mengaburkan persoalan utama yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, yakni penyebaran HIV.

"Berdasarkan pendampingan yang dilakukan sepanjang 2026, sebagian besar kasus HIV baru masih ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL), meski demikian, terdapat pula penularan yang berasal dari faktor risiko lain, seperti penggunaan jarum suntik, penularan dari ibu ke anak, maupun hubungan heteroseksual," tuturnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
aids lgbt tarakan hiv