TARAKAN – Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan sendiri menyikapi isu dugaan aktivitas kelompok LGBT di Kota Tarakan, di mana penanganan persoalan sosial harus dilakukan sesuai kewenangan pemerintah dan aparat penegak hukum, sementara upaya pencegahan perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan dr Khairul, dimana dirinya meminta persoalan tersebut harus disikapi secara bijak. Adapun pemerintah akan terus melakukan pembinaan kepada masyarakat, sedangkan keluarga memiliki peran paling penting dalam mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.
"Yang paling utama adalah orang tua. Orang tua harus menjaga pergaulan anak-anaknya, memberikan pendidikan, termasuk pendidikan agama dan pendidikan psikologi. Karena persoalan ini bersifat kompleks. Selain itu saya kira juga dipengaruhi pergaulan, ada juga yang dipengaruhi kurangnya pemahaman agama, dan ada juga faktor psikologis,” ujarnya, Minggu (26/7).
Mungkin karena faktor psikologis ini ada deviasi sosial. Deviasi sosial itu biasanya dimulai dari rumah, karena cara memperlakukan anak-anak yang tidak semestinya sehingga mengarah kepada lingkungan yang memengaruhi mereka," sambungnya.
Khairul menilai masyarakat tidak perlu mengambil tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru. Apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, ia meminta agar masyarakat menyerahkan penanganannya kepada aparat yang berwenang sehingga prosesnya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jadi perlindungan pertama dimulai dari rumah. Orang tua harus memperhatikan pergaulan anak-anaknya, memberikan pendidikan agama yang baik, memperhatikan perkembangan psikologisnya, termasuk dengan siapa mereka bergaul. Itu yang harus menjadi perhatian penting," sambungnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga situasi Kota Tarakan tetap kondusif. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan pembinaan, sementara keluarga diharapkan menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak sehingga berbagai persoalan sosial dapat dicegah sejak dini.
"Kalau keluarga menjalankan fungsinya dengan baik, tentu potensi munculnya berbagai persoalan sosial bisa ditekan. Karena itu saya berharap orang tua lebih peduli terhadap anak-anaknya," katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT