0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Disdik Tarakan Pastikan MPLS Bebas Perundungan

Zakaria RT • Selasa, 7 Juli 2026 | 20:01 WIB
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 tidak lagi menjadi ajang senioritas maupun perploncoan terhadap peserta didik baru. Seluruh satuan pendidikan diminta menciptakan suasana yang aman, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan, intimidasi, maupun tugas-tugas yang tidak memiliki nilai edukatif.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang menekankan konsep MPLS Ramah. Regulasi tersebut menjadi pedoman bagi seluruh sekolah untuk memastikan masa pengenalan lingkungan sekolah benar-benar menjadi pengalaman positif bagi siswa baru.

"MPLS itu bukan lagi ajang membuli, tetapi menjadi ajang menumbuhkan kebanggaan terhadap sekolah. Ini merupakan kesempatan bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, teman-teman sesama murid hingga petugas kebersihan. Jadi seluruh warga sekolah dikenalkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang harus saling menghormati," ujarnya, Selasa (7/7).

Menurut Edhy, praktik-praktik lama yang identik dengan perploncoan, pemberian hukuman, hingga penggunaan atribut yang tidak relevan sudah tidak boleh lagi dilakukan. Seluruh kegiatan MPLS harus memiliki tujuan pendidikan yang jelas dan mendukung kesiapan siswa mengikuti proses belajar.

"Kami sudah mengingatkan seluruh sekolah agar tidak lagi memberikan atribut-atribut yang aneh atau tugas-tugas yang tidak ada kaitannya dengan proses pendidikan. MPLS harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendukung perkembangan psikologis anak," tegasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pendidikan #mpls