Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krayan Selatan Terisolasi, BBM dan Bahan Pokok Langka

A
Penulis: Asrullah RT❯
TERTAHAN - Kondisi jalan penghubung antar kecamatan di Kecamatan Krayan Selatan rusak parah, membuat kendaraan tertahan saat melintas. 
TERTAHAN: Kondisi jalan penghubung antar kecamatan di Kecamatan Krayan Selatan rusak parah, membuat kendaraan tertahan saat melintas. 

Advertisement

NUNUKAN - Kecamatan Krayan Selatan kembali menghadapi krisis akses akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut hampir setiap hari. Ruas jalan Long Layu–Lembudud kini semakin rusak dan berubah menjadi kubangan lumpur sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. 

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, kerusakan jalan semakin parah setelah curah hujan tinggi terjadi di wilayah Kecamatan Krayan Selata. Saat ini, kondisi badan jalan kini nyaris tidak terlihat karena seluruh permukaannya berubah menjadi lumpur.

Akibatnya, distribusi BBM dan kebutuhan pokok dari Long Bawan terhenti, membuat Kecamatan Krayan Selatan terisolasi. "Jalan Long Layu menuju Lembudud sudah tidak berbentuk lagi. Yang ada hanya kubangan lumpur sehingga kendaraan sama sekali tidak bisa melintas," ucap Oktavianus Ramli, Rabu (8/7). 

Advertisement

Dijelaskan, terputusnya akses darat berdampak langsung terhadap mobilisasi orang dan distribusi logistik. Apalagi, selama ini, pasokan BBM dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat bergantung pada jalur darat dari Long Bawan.

Dan saat ini, stok BBM di Krayan Selatan kini telah habis. Sementara itu, pasokan sembako dan kebutuhan lainnya juga tidak dapat masuk karena kendaraan pengangkut tidak mampu melewati jalan yang rusak.

"BBM sudah kosong. Barang-barang yang biasanya didatangkan dari Long Bawan juga tidak bisa masuk. Masyarakat hanya bertahan dengan persediaan yang masih ada," ungkapnya.

Advertisement

Ia menegaskan, jika kondisi jalan tidak segera ditangani, kelangkaan kebutuhan pokok dikhawatirkan akan semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Untukitu, pihaknya berharap pemerintah segera mengambil langkah darurat untuk membuka kembali akses menuju Krayan Selatan agar distribusi BBM dan logistik dapat kembali berjalan normal. "Saat ini wilayah Krayan Selatan dalam kondisi terisolasi akibat putusnya jalur transportasi darat," pungkasnya. (akz/jnr)

Advertisement
Editor : Januriansyah RT

Artikel Terkait

Nelayan di Tarakan Kesulitan Dapatkan BBM, Perlu Ditindaklanjuti Lintas Sektor

Nelayan di Tarakan Kesulitan Dapatkan BBM, Perlu Ditindaklanjuti Lintas Sektor

Adanya Keluhan nelayan di Kota Tarakan terkait sulitnya mengakses bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga ketergantungan terhadap tengkulak

Nelayan Kerap "Tak Kebagian" BBM di APMS dan SPBN, KNTI Tarakan Desak Pengawasan di Lapangan

Nelayan Kerap "Tak Kebagian" BBM di APMS dan SPBN, KNTI Tarakan Desak Pengawasan di Lapangan

Kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih menjadi persoalan bagi nelayan kecil di Kota Tarakan. Di tengah klaim kecukup

Soal Isu Pengurangan Kuota, Pertamina Pastikan Kuota Biosolar Tarakan Tetap 13 Ribu Ton

Soal Isu Pengurangan Kuota, Pertamina Pastikan Kuota Biosolar Tarakan Tetap 13 Ribu Ton

Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan di Kota Tarakan masih mengacu pada kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. Per

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer