TARAKAN – Upaya memperkuat promosi budaya daerah sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas menjadi alasan Pemerintah Kota Tarakan memajukan pelaksanaan Iraw Tengkayu 2026 dari jadwal biasanya pada Oktober menjadi Juli.
Persiapan kegiatan budaya terbesar masyarakat Tidung tersebut kini terus dimatangkan, mulai dari penataan kawasan Pantai Amal hingga penyusunan rangkaian acara yang akan berlangsung selama dua hari penuh.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan, M. Zainuddin Mas’ud A.H mengatakan, berbagai tahapan persiapan baik fisik maupun nonfisik telah berjalan. Pantai Amal yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan mulai ditata, sementara sejumlah fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung juga sedang diperbaiki.
Menurutnya, kesiapan lokasi menjadi salah satu fokus utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan tertata. Selain pekerjaan fisik, koordinasi lintas perangkat daerah juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan dapat terpenuhi sebelum hari pelaksanaan.
“Persiapan fisik maupun nonfisik sudah kita lakukan. Penataan lokasi di kawasan Pantai Amal, kemudian perbaikan fasilitas yang diperlukan juga sudah berjalan. Semua ini kita siapkan agar pelaksanaan Iraw Tengkayu 2026 bisa lebih tertata dan berjalan dengan baik,” katanya, Selasa (23/6).
Lanjutnya, dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga datang dari berbagai instansi. Dalam waktu dekat, Dinas Lingkungan Hidup akan menggelar kerja bakti massal di kawasan Pantai Amal untuk memastikan area kegiatan dalam kondisi bersih dan nyaman.
Di sisi lain, latihan tari yang akan menjadi bagian dari pertunjukan budaya telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Sementara itu, pendaftaran peserta pawai budaya masih dibuka hingga 29 Juni 2026. Kategori yang dilombakan meliputi kendaraan hias, sepeda hias, hingga peserta pejalan kaki yang akan memeriahkan arak-arakan budaya pada hari pembukaan.
"Pemerintah kota memutuskan memajukan jadwal pelaksanaan ke bulan Juli karena bertepatan dengan masa libur sekolah sehingga memberi kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk hadir, perubahan jadwal juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dari daerah lain di Kalimantan Utara maupun luar daerah," jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT