Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPS Tarakan Jamin Data Warga Aman saat Pelaksanaan Sensus Ekonomi, Ini Penjelasannya

Z
Penulis: Zakaria RT❯
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

Advertisement

TARAKAN – BPS Tarakan menegaskan seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya, selain itu data tersebut tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun disebarluaskan kepada pihak lain.

Hal tersebut ditegaskan usai adanya kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi, serta kemungkinan perubahan status penerima bantuan sosial ketika BPS melakukan pendataan pada pelaksanaan Sensus Ekonomi.

Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, perlindungan data responden telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Data yang dikumpulkan petugas hanya digunakan untuk menghasilkan informasi statistik dalam bentuk agregat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

Advertisement

Menurutnya, tidak ada data individu yang akan dipublikasikan, baik berdasarkan nama maupun alamat. Seluruh hasil yang disajikan BPS berupa rekapitulasi dan gambaran umum kondisi masyarakat.

“Data yang diperoleh BPS tidak akan disebarluaskan. Apalagi ditampilkan by name maupun by address, itu tidak. Karena tugas kami hanya menghadirkan data yang sifatnya agregat, berupa kesimpulan, rekapitulasi, dan sebagainya. Sehingga informasi individu tidak akan kami sebarkan. Jadi sekali lagi kami tegaskan, data masyarakat aman,” ujarnya, Selasa (23/6).

Selain isu kerahasiaan data, Umar mengakui masih terdapat masyarakat yang khawatir pendataan dapat memengaruhi status desil atau kelompok penerima bantuan sosial. Namun ia menegaskan bahwa tugas BPS hanya melakukan pencatatan karakteristik keluarga dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Advertisement

Lanjutnya, pendataan tersebut mencakup kesesuaian data administrasi kependudukan dengan kondisi riil di lapangan, tingkat pendidikan anggota keluarga, hingga kondisi kesehatan masyarakat. Informasi tersebut diperlukan untuk menggambarkan kondisi aktual masyarakat yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

“Ketakutan kedua adalah terkait perubahan status desil. Ini juga sering menjadi kekhawatiran masyarakat. Padahal tugas kami hanya mendata karakteristik keluarga. Misalnya terkait domisili, apakah masih sesuai antara dokumen administrasi dengan kondisi nyata. Kemudian pendidikan dan kondisi kesehatan. Data seperti ini penting untuk proses pembaruan dan penyusunan kebijakan pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, data kesehatan yang dikumpulkan juga mencakup informasi mengenai penyakit katastropik maupun penyakit degeneratif yang berkembang di masyarakat. Informasi tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Sehingga Umar mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan yang berlangsung hingga Agustus mendatang. Menurutnya, keberhasilan pendataan tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Advertisement
Editor : Januriansyah RT

Artikel Terkait

Data Penonaktifan PBI-JK Berubah, Tarakan Tunggu Kepastian dari Pusat

Data Penonaktifan PBI-JK Berubah, Tarakan Tunggu Kepastian dari Pusat

Perubahan data penerima bantuan jaminan kesehatan kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Di tengah upaya memastikan bantuan tepat sasa

Inflasi Tarakan Terkendali, Harga Tiket Pesawat hingga Sayuran Turun

Inflasi Tarakan Terkendali, Harga Tiket Pesawat hingga Sayuran Turun

Pergerakan harga sejumlah kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun masih menjadi perhatian. Meski tekanan harga di Kota Tarakan relatif te

Tarakan Jadi Kota Wakaf, Aset dan Dana Wakaf Didorong Lebih Produktif

Tarakan Jadi Kota Wakaf, Aset dan Dana Wakaf Didorong Lebih Produktif

Penunjukan Tarakan sebagai salah satu Kota Wakaf pada 2026 membawa harapan baru bagi pengembangan pengelolaan wakaf di daerah. Tidak sekadar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer