TARAKAN – RSUD dr H Jusuf SK membuka peluang bagi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk berkarier dan memperkuat layanan kesehatan di Kalimantan Utara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia di masa mendatang.
Plt Direktur RSUD dr H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK., MH, mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UBT. Melalui kerja sama tersebut, RSUD dr H Jusuf SK berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa yang menjalani pendidikan profesi atau koas.
“Memang ada MoU kami dengan UBT, khususnya Fakultas Kedokteran. Jadi RSUD dr H Jusuf SK menjadi rumah sakit pendidikan mereka. Setelah menjalani pendidikan profesi atau koas, mereka belajar dan praktik di rumah sakit kami,” kata dr. Budy Azis B., Sp.PK., MH, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, mahasiswa kedokteran yang menjalani pendidikan di RSUD dr H Jusuf SK berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Utara. Karena itu, tidak semua lulusan nantinya akan menetap di Tarakan karena sebagian diperkirakan kembali mengabdi di daerah asal masing-masing.
Namun, menurut Budy, lulusan asal Tarakan memiliki peluang lebih besar untuk tetap tinggal dan bekerja di kota tersebut. Rumah sakit pun tetap membuka kesempatan bagi para dokter muda yang ingin berkarier di RSUD dr H Jusuf SK.
“Ada yang berasal dari Nunukan, Sebatik, Malinau dan daerah lainnya. Sebagian tentu akan kembali ke daerah asalnya. Sementara yang berasal dari Tarakan kemungkinan besar akan tetap tinggal dan bekerja di sini,” ujarnya.
Selain menyiapkan dokter umum, rumah sakit juga mempersiapkan kebutuhan dokter subspesialis untuk melengkapi layanan kesehatan rujukan. Salah satunya dengan mengirim seorang dokter untuk menempuh pendidikan bedah onkologi di Yogyakarta.
Menurutnya, pemenuhan dokter subspesialis membutuhkan proses yang panjang karena seorang dokter harus terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan spesialis sebelum melanjutkan pendidikan subspesialis selama dua hingga tiga tahun.
“Kalau bedah onkologi, dia harus spesialis bedah umum dulu, baru sekolah lagi mengambil bedah onkologi. Nah, itu juga sudah kita sekolahkan satu dokter di Yogyakarta dan Insya Allah tahun depan lulus,” katanya.
“Melihat tantangan di masa depan, kami menyiapkan SDM sejak sekarang agar ke depan pelayanan kesehatan semakin lengkap dan masyarakat tidak perlu dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan layanan tertentu. Tentunya pengembangan SDM diharapkan dengan ditunjang dengan peningkatan teknologi dan alat kesehatan yang terus ditingkatkan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT