TARAKAN – Jalur pengiriman barang melalui perusahaan jasa titipan kembali menjadi perhatian serius aparat pengawasan, setelah masih ditemukan masuknya tembakau iris tanpa pita cukai ke wilayah Tarakan.
Bea Cukai Tarakan mengungkapkan, hasil sejumlah penindakan menunjukkan barang kena cukai ilegal tersebut diduga berasal dari Pulau Jawa dan dikirim melalui jasa ekspedisi dengan pola pengiriman dalam jumlah kecil.
Kepala Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo menjelaskan, tembakau iris yang diamankan petugas tidak dilekati pita cukai atau tanda pelunasan cukai sebagaimana diwajibkan dalam ketentuan perundang-undangan.
“Untuk tembakau iris yang kami tindak itu berasal dari Pulau Jawa. Barang tersebut tidak dilekati pita cukai atau tanda pelunasan cukai,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, barang tersebut diduga kuat dikirim melalui perusahaan jasa titipan (ekspedisi) dengan skema pengiriman eceran atau jumlah kecil, sehingga tidak terdeteksi sebagai distribusi dalam skala besar.
Bea Cukai juga mendalami dugaan bahwa barang tersebut merupakan hasil transaksi daring sebelum dikirim ke Tarakan. Indikasi ini muncul karena identitas penerima barang tidak dapat ditelusuri secara jelas di lapangan, termasuk alamat yang tidak ditemukan saat verifikasi.
“Alamat penerimanya tidak ditemukan. Kemungkinan pemesanannya dilakukan secara online, tetapi detail transaksinya tidak bisa kami pastikan,” kata Wahyu.
Menurutnya, pola pengiriman melalui jasa titipan dalam jumlah kecil ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan, karena kerap memanfaatkan celah distribusi nonformal dan sulit terdeteksi sejak awal.
Meski demikian, setiap temuan tetap dilakukan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mengingat seluruh produk hasil tembakau wajib memiliki pita cukai sebagai bukti pelunasan negara.
Bea Cukai Tarakan juga menegaskan bahwa penguatan pengawasan tidak hanya dilakukan di titik akhir, tetapi juga pada rantai distribusi melalui kerja sama dengan pelaku usaha jasa pengiriman.
Perusahaan jasa titipan disebut memiliki peran penting dalam membantu mengidentifikasi paket mencurigakan sebelum sampai ke penerima. Dalam beberapa kasus, informasi awal dari pihak ekspedisi menjadi dasar pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT