TARAKAN – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan mengerahkan personel bersama sejumlah unsur pendukung untuk menangani kebakaran yang terjadi di salah satu bangunan di kawasan Pelindo Regional 4 Tarakan, Pelabuhan Malundung, Kamis (18/6) malam. Penanganan dilakukan sebagai penguatan terhadap tim pemadam internal Pelindo yang lebih dahulu berada di lokasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko mengatakan, laporan permintaan bantuan diterima sekitar pukul 19.49 Wita. Setelah menerima laporan tersebut, Damkar Tarakan langsung mengerahkan armada dari sektor barat beserta kendaraan suplai air menuju lokasi kejadian.
"Laporan masuk sekitar pukul 19.49 Wita. Informasinya saat itu Pelindo membutuhkan backup. Ketika kami tiba di lokasi, unit pemadam internal mereka sudah melakukan penanganan awal, lalu tim kami masuk untuk memperkuat proses pemadaman," ujarnya.
Selain Damkar Tarakan, penanganan kebakaran juga melibatkan brigade pemadam Pertamina dan unsur pendukung lainnya. Seluruh personel dikerahkan untuk memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke area sekitar.
Eko menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama yang sudah tidak digunakan. Namun, proses penanganan tetap dilakukan dengan kewaspadaan tinggi karena lokasi kebakaran berada di kawasan objek vital dan berdekatan dengan area LNG.
"Kami tidak ingin mengambil risiko karena ini objek vital. Ketika ada laporan masuk dan dibutuhkan penguatan, kami langsung turunkan personel supaya kondisi di lapangan tetap terkendali dan tidak berkembang ke area lain," katanya.
Ia menambahkan seluruh unsur pendukung dapat tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 15 menit sehingga proses pemadaman dapat segera diperkuat.
"Kami bersyukur seluruh unsur yang memberikan dukungan bisa bergerak cepat. Tim pendukung datang ke lokasi tidak sampai 15 menit sehingga penanganan bisa langsung diperkuat," ujarnya.
Meski kebakaran berhasil ditangani, Damkar Tarakan tetap melakukan evaluasi terhadap proses penanganan di lapangan, terutama terkait koordinasi antarunsur agar respons pada kejadian serupa dapat berjalan lebih efektif.
"Tadi memang ada beberapa hal yang menjadi evaluasi karena ada momen koordinasi yang belum sepenuhnya sinkron. Tetapi itu langsung kami komunikasikan di lapangan supaya ke depan pola respons antarpetugas bisa semakin baik," pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT