TARAKAN – Keikutsertaan seniman Kalimantan Utara dalam berbagai pameran seni rupa tingkat nasional dinilai menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara.
Ketua Himpunan Seniman Seni Rupa Tarakan (Hisset) Tarakan, Khusni Tamrin mengatakan, setiap pameran selalu menghadirkan tema yang berbeda. Kondisi tersebut membuat para seniman dituntut terus menggali ide dan sudut pandang baru dalam menghasilkan karya.
Menurutnya, pameran seni tidak hanya menjadi perhatian pecinta seni di dalam negeri, tetapi juga menarik minat kolektor dari luar negeri yang kerap menemukan karya-karya bernilai tinggi melalui ajang tersebut.
“Untuk pameran Borneo Metamorfosa di Kalimantan Barat, jumlah peserta yang telah tervalidasi diperkirakan mencapai 50 hingga 60 seniman dari seluruh Indonesia. Sebelum ditetapkan karya calon peserta harus diuji kurator dulu,” ujar Khusni, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, meski menghadirkan banyak nama besar di dunia seni rupa, pameran tersebut terbuka bagi seluruh kalangan, termasuk generasi muda dan mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan mereka.
Proses seleksi dilakukan secara ketat. Para peserta diwajibkan menyerahkan konsep, dokumentasi, sketsa hingga perkembangan karya secara bertahap untuk dinilai kurator sebelum memperoleh persetujuan untuk dipamerkan.
“Tidak hanya seniman senior. Ada juga generasi muda dan mahasiswa yang ikut. Yang penting mereka mengajukan konsep sesuai tema dan lolos proses kurasi,” katanya.
Khusni mengaku pada pameran kali ini memilih tema yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya ia mengangkat budaya Tidung melalui karya yang menampilkan penari Jepen, maka pada kesempatan kali ini dirinya ingin menghadirkan perspektif yang lebih beragam.
Menurutnya, Kalimantan Utara memiliki banyak kekayaan budaya yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam berkarya. Selain budaya Tidung, budaya masyarakat Punan juga dinilai menyimpan banyak cerita menarik yang layak diangkat melalui seni rupa.
“Budaya Tidung sudah pernah saya angkat pada pameran tahun lalu di Kalimantan Timur. Kali ini saya ingin mencoba tema lain agar lebih variatif. Di Kalimantan Utara banyak kekayaan budaya yang bisa dieksplorasi, termasuk budaya masyarakat Punan yang juga memiliki cerita menarik untuk diangkat dalam karya seni,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT