TARAKAN – Satpol PP dan PMK Tarakan mencatat sebanyak 169 operasi penyelamatan non-kebakaran telah dilakukan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan total kejadian kebakaran yang ditangani pada periode yang sama.
Kepala Seksi PMK dan Penyelamatan Tarakan, Irwan mengatakan, masih banyak masyarakat yang mengidentikkan tugas pemadam kebakaran hanya sebatas memadamkan api. Padahal, petugas juga menangani berbagai kondisi darurat lain yang membutuhkan respons cepat.
“Meski angka kebakaran menjadi salah satu indikator kinerja yang sering mendapat perhatian masyarakat, tugas PMK sebenarnya jauh lebih luas dibandingkan hanya memadamkan api. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kami telah melaksanakan sebanyak 169 operasi penyelamatan atau operasi non-kebakaran. Jumlah tersebut bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan total kejadian kebakaran yang ditangani pada periode yang sama,” ujarnya, Kamis (4/6).
Ia menjelaskan, sebagian besar operasi penyelamatan yang dilakukan berkaitan dengan evakuasi satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman dan berpotensi membahayakan warga. Jenis satwa yang paling sering ditangani antara lain ular, biawak, tawon, lebah dan beberapa hewan lainnya.
“Berdasarkan data yang kami himpun, 37 operasi penyelamatan dilakukan pada Januari. Kemudian di Februari sebanyak 36 kegiatan, Maret 29 kegiatan, April menjadi yang tertinggi dengan 43 kegiatan dan Mei sebanyak 24 kegiatan,” sambungnya.
Menurut Irwan, tingginya angka operasi penyelamatan menunjukkan masyarakat semakin memahami fungsi layanan pemadam kebakaran sebagai salah satu instansi yang dapat dihubungi ketika menghadapi berbagai kondisi darurat. Tidak hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga ketika membutuhkan bantuan evakuasi maupun penanganan satwa berbahaya.
“Peran pemadam kebakaran sekarang tidak hanya memadamkan api. Banyak kondisi darurat lain yang juga memerlukan respons cepat dari petugas demi menjaga keselamatan masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memastikan seluruh peralatan operasional berada dalam kondisi siap digunakan kapan saja," ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan lahan kosong dan area yang dipenuhi vegetasi kering. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian darurat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat kebakaran atau kondisi darurat lainnya. Respons cepat sangat penting agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT