TARAKAN – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan seluruh komoditas perikanan yang diekspor ke luar negeri telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan negara tujuan. Hal itu ditegaskan menyusul ekspor langsung 935 ekor kepiting bakau menuju Hong Kong melalui Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kamis (21/5).
Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, sebelum diberangkatkan petugas karantina melakukan serangkaian pemeriksaan ketat terhadap komoditas yang akan diekspor. Mulai dari pemeriksaan fisik, verifikasi dokumen kesehatan ikan, hingga memastikan kondisi kepiting tetap sehat dan aman selama proses pengiriman.
“Ekspor ini bukan hanya tentang pengiriman komoditas, tetapi juga tentang kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk perikanan kita,” ujarnya.
Menurutnya, peran karantina menjadi bagian penting dalam menjaga reputasi produk perikanan Indonesia di pasar global. Sebab, setiap negara tujuan memiliki persyaratan kesehatan dan keamanan yang wajib dipenuhi eksportir.
“Karantina hadir untuk memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan sesuai ketentuan negara tujuan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan ekspor langsung ke Hongkong juga tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga mutu komoditas serta kepatuhan terhadap regulasi ekspor.
BKHIT Kaltara, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan pelayanan karantina agar proses ekspor berjalan lebih cepat, tepat, dan efisien tanpa mengurangi standar pengawasan. “Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan karantina yang cepat, tepat, dan profesional agar para pelaku usaha semakin percaya diri memperluas pasar ekspornya,” jelasnya.
Ekspor langsung menuju Hongkong dinilai menjadi momentum positif bagi sektor perikanan Kaltara. Selain membuka akses pasar baru, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan buyer internasional terhadap kualitas komoditas perikanan asal daerah perbatasan tersebut. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT