TARAKAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, agar mampu bersaing di tengah derasnya arus investasi dan perkembangan kawasan industri di Kaltara. Salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah masih banyaknya pencari kerja yang dinilai hanya mengandalkan ijazah formal tanpa dibekali keterampilan tambahan yang sesuai kebutuhan industri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara, H. Asnawi, mengatakan, dunia industri saat ini tidak lagi hanya melihat latar belakang pendidikan formal, tetapi lebih menitikberatkan pada kompetensi teknis, kemampuan kerja, hingga kesiapan tenaga kerja di lapangan.
Menurutnya, perusahaan kini cenderung mencari tenaga kerja yang memiliki sertifikasi pendukung dan pengalaman pelatihan tertentu, terutama pada sektor industri, konstruksi, hingga pengamanan kawasan kerja.
“Ia menilai masih banyak pencari kerja yang hanya mengandalkan ijazah formal tanpa dibarengi keterampilan tambahan yang dibutuhkan perusahaan. Padahal industri saat ini lebih banyak mencari tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan keselamatan kerja, hingga pengalaman pelatihan khusus,” ujarnya, Minggu (17/5).
Karena itu, pemerintah daerah terus memperluas program peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal masyarakat untuk masuk ke dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Jangan hanya bermodalkan ijazah saja. Harus ada kemampuan lain dan sertifikat pendukung. Karena perusahaan sekarang melihat kompetensi dan kesiapan kerja. Makanya pemerintah terus memperluas program peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Program yang disiapkan di antaranya pelatihan welder, sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pelatihan tenaga pengamanan atau security,” bebernya.
Selain menyiapkan pelatihan, Disnakertrans Kaltara juga mengaku terus membuka akses informasi lowongan pekerjaan melalui pelaksanaan job fair serta kerja sama langsung dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri di Kaltara.
Langkah tersebut dilakukan agar tenaga kerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk terserap dalam berbagai proyek investasi yang saat ini terus berkembang, termasuk sektor industri hijau, konstruksi, hingga pengolahan sumber daya alam.
Asnawi berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, mulai mempersiapkan diri sejak dini agar tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi besar ke Kaltara. Ia menegaskan momentum pertumbuhan industri harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang siap bersaing.
“Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, mulai mempersiapkan diri sejak dini menghadapi perkembangan industri di daerah. Momentum masuknya investasi besar ke Kaltara harus dimanfaatkan sebagai peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing,” pesannya.
“Kalau SDM kita siap, tentu perusahaan juga akan lebih banyak menggunakan tenaga lokal. Jadi sekarang yang paling penting bagaimana masyarakat meningkatkan kemampuan dan kompetensinya agar bisa mengisi peluang kerja yang ada,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT