TARAKAN - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah menyusul tingginya antusiasme masyarakat terhadap proses penerimaan siswa baru tingkat SMA dan SMK. Di tengah persiapan pelaksanaan pendaftaran secara online, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara mengaku mulai menemukan adanya indikasi gangguan terhadap sistem aplikasi yang sedang dipersiapkan untuk digunakan masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltara, Hassanuddin, S.Pd., M.Si., mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berada pada tahap sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme dan teknis pelaksanaan SPMB. Karena masih tahap persiapan dan pengenalan sistem, aplikasi maupun website resmi pendaftaran disebut belum dibuka sepenuhnya untuk publik.
“Jadi begini deh, saat ini sesuai jadwal kami masih sosialisasi. Aplikasi atau web punya kami itu masih kami tutup. Nah insyaallah satu minggu sebelum pelaksanaan yang tanggal 17 atau awal Juni nanti, kami akan melaksanakan uji coba,” ujarnya, Minggu (17/5).
Ia menjelaskan, uji coba sistem dilakukan untuk memastikan aplikasi benar-benar siap digunakan saat proses pendaftaran resmi dimulai. Menurutnya, tahapan simulasi sangat penting karena akan melibatkan orang tua dan calon siswa secara langsung agar mereka dapat memahami mekanisme penggunaan aplikasi sejak awal sekaligus memberi masukan jika ditemukan kendala teknis selama masa percobaan berlangsung.
“Uji coba pasti kami laksanakan beberapa hari, mengingat di situ ajang orang tua dan siswa untuk mencoba aplikasi kami. Nah itu juga kami butuhkan, adakah kekurangan dari aplikasi-aplikasi kami itu. Nah pada saat tanggal 17, kami hapus semua untuk persiapan final,” katanya.
Namun di tengah proses persiapan tersebut, ia mengaku sempat mendeteksi adanya gangguan terhadap sistem saat aplikasi dibuka untuk tahap uji coba internal. Gangguan itu diketahui setelah muncul informasi di media lain yang menyebut aplikasi SPMB telah dibuka secara resmi, padahal pemerintah belum mengumumkan pembukaan pendaftaran. Dibeberkannya, pihaknya menduga ada oknum tertentu yang sengaja mencoba mengacaukan proses pelaksanaan SPMB online dengan memanfaatkan celah saat sistem sedang diuji coba.
"Untungnya, kami segera mengetahui adanya aktivitas mencurigakan tersebut jadi akses aplikasi langsung ditutup kembali untuk menghindari gangguan lebih besar. Gangguannya apa? Ada yang hackback. Jadi dia masuk ke media lain ke aplikasi SPMB. Cuma salahnya dia, lokasinya bukan di Kaltara. Jadi kami tahu, kami tutup dulu. Jadi jangan sampai, kayaknya sengaja ada yang mulai mengganggu,” tegasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT