Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengembangan CCTV di Tarakan Masih Terhambat, Ini Kendala yang Dihadapi

Z
Penulis: Zakaria RT❯
DIPASANG : Pemasangan CCTV di salah satu titik strategis di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DIPASANG : Pemasangan CCTV di salah satu titik strategis di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

Advertisement

TARAKAN – Pengembangan jaringan CCTV di Kota Tarakan masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, terutama terkait ketersediaan sumber listrik dan jaringan internet di lokasi pemasangan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan pemerintah agar sistem pengawasan dapat berfungsi secara optimal.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Tarakan, Endah Sarastiningsih mengatakan, keberhasilan operasional CCTV tidak hanya bergantung pada ketersediaan perangkat. Menurutnya, dukungan infrastruktur pendukung seperti listrik dan internet menjadi komponen yang sama pentingnya.

“Tiga komponen utama yang harus tersedia adalah perangkat CCTV, listrik dan internet. Ketiganya harus saling mendukung. Kalau salah satu tidak tersedia, maka CCTV tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya, Selasa (2/6).

Advertisement

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi strategis yang sebelumnya direncanakan menjadi titik pemasangan CCTV sempat mengalami kendala karena sulit memperoleh akses listrik maupun jaringan internet. Kondisi tersebut membuat tim teknis harus melakukan survei berulang kali untuk memastikan pemasangan perangkat tetap dapat dilakukan.

Menurut Endah, tantangan tersebut cukup umum ditemui terutama pada wilayah yang belum memiliki dukungan infrastruktur memadai. Karena itu, setiap rencana pemasangan CCTV harus melalui proses kajian dan survei lapangan secara detail agar perangkat yang dipasang nantinya dapat beroperasi secara maksimal.

Meski menghadapi berbagai kendala, pengembangan CCTV tetap berjalan dengan dukungan masyarakat. Di beberapa titik, warga bahkan bersedia membantu penyediaan akses listrik sehingga pemasangan perangkat dapat dilakukan pada lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Advertisement

“Ada beberapa titik yang menggunakan pola kerja sama dengan masyarakat. Kami menumpang listrik mereka dan penggunaan dayanya dihitung melalui KWH. Pemerintah kemudian membantu membayar biaya listrik yang digunakan. Cara ini cukup membantu untuk lokasi yang sulit dijangkau,” pungkasnya. (zac/jnr)

Advertisement
Editor : Januriansyah RT

Artikel Terkait

Dijanjikan Gaji Dilunasi 9 November, Buruh Intracawood Batal Mogok Kerja

Dijanjikan Gaji Dilunasi 9 November, Buruh Intracawood Batal Mogok Kerja

Ancaman mogok kerja ratusan buruh PT Intracawood Manufacturing yang dijadwalkan berlangsung Jumat (6/11) akhirnya tidak terealisasi. Pekerja

Hindari Konsekuensi Pidana, Status Tanah yang Didaftarkan ke BPN Tarakan Harus Jelas

Hindari Konsekuensi Pidana, Status Tanah yang Didaftarkan ke BPN Tarakan Harus Jelas

Kepastian status kepemilikan tanah di kawasan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PT Pertamina EP khususnya di RT 16 Kelurahan Kampung Satu Ski

Tindaklanjuti SE Kapolri, Penggunaan Vape oleh Personel Polres Tarakan Dilarang

Tindaklanjuti SE Kapolri, Penggunaan Vape oleh Personel Polres Tarakan Dilarang

Kebiasaan menggunakan rokok elektrik atau vape kini bisa berujung persoalan serius bagi anggota Polri di lingkungan Polres Tarakan. Tidak ha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer