TARAKAN – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Tarakan menerapkan seleksi ketat tanpa pengecualian dalam menjaring atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Malinau.
Seluruh atlet, baik senior maupun junior, wajib mengikuti seleksi kota (selekkot) yang digelar di Lapangan Perpani Tarakan sejak Kamis (14/5/2026). Kebijakan ini diambil untuk menjamin objektivitas dan membuka peluang bagi atlet muda menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Ketua Perpani Tarakan, Rozi Djoko Arfiono menegaskan, tidak ada jalur khusus bagi atlet berpengalaman. “Semua harus ikut seleksi. Kita tidak membedakan. Hasil terbaik itu yang akan berangkat,” tegasnya.
Seleksi diikuti pemanah dari lima klub se-Tarakan dengan mempertandingkan seluruh nomor, mulai dari barebow, standard bow, recurve hingga compound, baik kategori senior maupun junior.
Dari proses ini, Perpani akan menjaring 40 atlet terbaik yang diproyeksikan memperkuat kontingen Tarakan di Porprov II Kaltara. Target yang dipasang pun tidak main-main. Perpani Tarakan ingin mempertahankan gelar juara umum yang diraih pada Porprov I/2022 dengan raihan 14 medali emas.
“Target kita minimal bisa mempertahankan hasil itu,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, pemusatan latihan akan dimulai pada Juni 2026. Dengan waktu persiapan sekitar tiga bulan, Perpani berharap performa atlet bisa mencapai puncaknya saat Porprov berlangsung. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT