Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Keberangkatan Calon Jemaah Haji Tarakan Diatur Dua Gelombang, Ini Penjelasannya

Zakaria RT • Senin, 4 Mei 2026 | 19:24 WIB
MENYIMAK : Para calon jemaah haji mendengarkan sambutan Wawali Tarakan Ibnu Saud Is sebelum diberangkatkan ke Balikpapan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MENYIMAK : Para calon jemaah haji mendengarkan sambutan Wawali Tarakan Ibnu Saud Is sebelum diberangkatkan ke Balikpapan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Di balik keberangkatan ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Tarakan tahun ini, pengaturan kelompok terbang menjadi titik krusial yang menentukan kelancaran proses, menyusul keterbatasan kapasitas pesawat di Bandara Internasional Juwata yang harus berbagi dengan penumpang umum.

Kepala Kantor Kementerian Agama Tarakan, H. Asmawan, menjelaskan, seluruh jemaah akan diberangkatkan dalam dua kloter pada hari yang sama, sebagai bentuk penyesuaian teknis terhadap armada penerbangan yang tersedia.

“Pembagian kloter menyesuaikan dengan kapasitas pesawat yang juga digunakan oleh penumpang umum. Tapi seluruh proses sudah terkoordinasi dengan baik,” jelasnya, Senin (4/5).

Diungkapkannya, Kloter 7 dijadwalkan berangkat pada pukul 10.30 Wita, disusul Kloter 8 pada pukul 15.30 Wita. Meski terbagi, ia memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pelayanan dan pendampingan yang sama, termasuk dari tenaga medis.

Di sisi lain, jumlah CJH yang akan berangkat tercatat sebanyak 186 orang, setelah adanya mutasi ke daerah lain dan penambahan jemaah baru. “Sekitar 10 jemaah mutasi ke daerah lain seperti Sulawesi dan Jawa, tetapi di sisi lain ada tambahan tiga jemaah yang masuk. Sehingga total CJH yang akan berangkat menjadi 186 orang,” katanya.

Selain pengaturan teknis keberangkatan, pihaknya juga menekankan pentingnya kesiapan fisik CJH sebelum menjalani ibadah yang diperkirakan berlangsung selama 40 hari. Adapun kepulangan jemaah dijadwalkan pada 16 Juni 2026 melalui Balikpapan dan tiba kembali di Tarakan pada 17 Juni 2026, menutup rangkaian perjalanan yang sejak awal diatur ketat melalui skema pembagian kloter.

“Kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Termasuk bagi jemaah dengan kondisi khusus seperti kehamilan, harus benar-benar memenuhi ketentuan medis yang berlaku. Ini demi keselamatan dan kelancaran ibadah mereka di Tanah Suci,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#naik haji #tarakan #haji #cjh #calon jemaah haji