TARAKAN – Fakta baru terungkap di balik kematian pemuda berinisial IL yang ditemukan tewas di ruko Pasar Gusher, Tarakan Barat, Senin (13/4) malam. Korban diduga memiliki riwayat gangguan mental jenis skizofrenia yang menjadi faktor kuat dalam peristiwa tragis tersebut.
Kasat Reskrim AKP Reginal Yuniawan Sujono menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga dan hasil penyelidikan, korban kerap mengalami gejala seperti depresi, halusinasi, hingga perilaku agresif saat kambuh.
“Korban memiliki riwayat mengamuk, mencoba membakar rumah, hingga melukai diri sendiri. Bahkan sering menyembunyikan benda tajam di sekitar rumah,” ungkapnya.
Saat kejadian, korban berada seorang diri di lantai dua ruko yang digunakan sebagai tempat usaha sekaligus beristirahat. Ia terakhir terlihat sekitar pukul 19.30 WITA, sebelum akhirnya ditemukan sekitar satu jam kemudian dalam kondisi mengenaskan.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau daging berlumuran darah, tali rafia, potongan kardus bercak darah, hingga obat-obatan medis yang diduga rutin dikonsumsi korban.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban mengalami gangguan kesehatan mental yang cukup serius. Selain itu, tidak adanya rekaman CCTV yang dapat diakses serta kondisi ponsel korban yang terkunci juga menjadi kendala dalam penelusuran digital. Meski demikian, seluruh hasil penyelidikan tetap mengarah pada kesimpulan yang sama.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya bagi keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat gangguan kejiwaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sekitar, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tutup Reginal. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT