Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Keberangkatan Haji Tanpa Sistem Cadangan, Calon Jemaah Haji Tarakan Berangkat Sesuai Data Final

Zakaria RT • Minggu, 12 April 2026 | 20:20 WIB
Kasubag TU Kemenhaj Tarakan Asmad. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kasubag TU Kemenhaj Tarakan Asmad. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Perubahan besar dalam mekanisme penentuan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun ini menutup celah lama yang selama ini kerap dimanfaatkan melalui sistem cadangan, sekaligus menandai era baru pengelolaan yang lebih ketat, terintegrasi, dan nyaris tanpa toleransi terhadap ketidaksiapan administrasi maupun kesehatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tarakan melalui Kasubag Tata Usaha (TU) Asmad menegaskan, seluruh penentuan CJH kini sepenuhnya berada dalam kendali kebijakan pemerintah pusat yang diturunkan ke daerah, tanpa lagi ruang bagi sistem cadangan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Penentuan sekarang mengikuti aturan dari pusat. Tidak ada lagi sistem cadangan seperti dulu. Semua sudah by name by address sesuai kuota yang ditetapkan, serta hasil verifikasi administrasi dan kesehatan yang sudah final,” katanya, menekankan bahwa daftar CJH yang berangkat benar-benar telah melalui proses seleksi akhir yang tidak bisa diubah.

Di sisi lain, kesiapan CJH tidak hanya berhenti pada aspek administratif. Asmad menyebut seluruh CJH asal Tarakan telah menuntaskan rangkaian manasik yang disusun bertahap, mulai dari pemahaman tata cara ibadah hingga simulasi kondisi riil di Tanah Suci.

Materi yang diberikan bahkan melampaui sekadar teori. CJH diperkenalkan langsung dengan skenario di Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, termasuk pembinaan mental dan fisik agar mampu bertahan dalam situasi yang kerap tidak mudah.

“Manasik ini penting agar CJH tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap secara praktik. Mereka sudah dibekali bagaimana menghadapi situasi di Arafah, Muzdalifah, Mina, termasuk bagaimana menjaga kesehatan selama di sana. Jadi ketika berangkat nanti, mereka sudah tidak kaget lagi dengan kondisi yang ada,” ungkapnya.

Jadwal keberangkatan sendiri telah ditetapkan dimulai pada 4 Mei 2026 dari Islamic Center Tarakan. Setelah itu, CJH akan bergerak menuju embarkasi sebelum terbang ke Jeddah pada 6 Mei 2026. Untuk menjaga kelancaran, keberangkatan dibagi dalam dua gelombang mengikuti kapasitas penerbangan.

“Pembagian gelombang ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib dan terorganisir dengan baik, sekaligus menghindari penumpukan CJH dalam satu waktu. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan agar seluruh tahapan keberangkatan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Namun di balik kesiapan teknis itu, perhatian utama justru diarahkan pada kondisi fisik CJH yang kini memasuki masa krusial menjelang keberangkatan. Waktu yang tersisa dinilai singkat, sehingga CJH diminta tidak lengah.

Ia mengingatkan agar CJH menghindari aktivitas berat, menjaga pola makan, serta tetap mengikuti arahan petugas kesehatan agar kondisi tetap prima saat berangkat.

Lebih jauh, Asmad menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak semata ditentukan oleh kesiapan individu, tetapi juga kedisiplinan kolektif selama berada di Tanah Suci.

“Kami harapkan CJH selalu mengikuti arahan petugas dan ketua rombongan, menjaga kebersamaan, serta tidak memaksakan diri jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Dengan begitu, seluruh rangkaian ibadah bisa berjalan dengan lancar, aman, dan khusyuk,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #haji #cjh #calon jemaah haji