TARAKAN – Pihak Bandara Juwata Tarakan memastikan kelangkaan tiket pesawat yang terjadi pada awal April 2026 bukan disebabkan berkurangnya jumlah penerbangan, melainkan tingginya permintaan penumpang pasca Lebaran.
Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BLU UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Choirul Ichsan, menjelaskan, operasional penerbangan masih berjalan normal.
“Ini lebih karena tingkat keterisian penumpang yang penuh (full pax), sehingga kursi menjadi terbatas,” ujarnya.
Ia menyebut, periode 3 hingga 9 April menjadi puncak lonjakan penumpang yang bertepatan dengan arus balik Lebaran serta libur panjang akhir pekan.
Berdasarkan data operasional, jumlah pergerakan penerbangan di Bandara Juwata tetap berada di angka normal, yakni sekitar 480 penerbangan per bulan. Dengan demikian, tidak ada pengurangan frekuensi penerbangan dari maskapai.
Pantauan di pantauan pada platform penjulan tiket online, menunjukkan bahwa kursi penerbangan dari Makassar dan Jakarta menuju Tarakan memang habis hingga 10–11 April. Ketersediaan baru muncul setelah tanggal tersebut dengan harga yang relatif tinggi.
Beberapa penerbangan bahkan harus ditempuh dengan transit panjang di Balikpapan menggunakan maskapai seperti Citilink dan Super Air Jet.
Choirul menambahkan, faktor harga avtur tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi ini. Lonjakan permintaan menjadi faktor utama yang menyebabkan keterbatasan kursi.
“Secara umum masih normal. Hanya saja, karena permintaan tinggi, kursi cepat habis,” jelasnya.
Ia memperkirakan kondisi akan kembali stabil setelah periode arus balik berakhir, dengan ketersediaan tiket mulai membaik pada pertengahan April. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT