TARAKAN – Di tengah proses hukum kecelakaan maut di Jalan Aki Balak, Tarakan Barat, pendekatan kemanusiaan mulai dikedepankan. Aparat Polres Tarakan berencana memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan pihak sopir.
Kasat Lantas Satlantas Polres Tarakan, IPTU Ardi Wisnu Pradana mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang komunikasi bagi kedua belah pihak.
“Kalau kondisi sudah memungkinkan, kami akan fasilitasi mediasi agar semua pihak bisa menyampaikan keinginan masing-masing,” ujarnya.
Meski demikian, mediasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Polisi masih memberikan waktu bagi keluarga korban maupun pihak sopir untuk menenangkan diri pascakejadian yang menewaskan seorang pria berinisial S tersebut.
Di sisi lain, itikad baik mulai terlihat. Keluarga sopir telah datang menjenguk, sementara pihak perusahaan tempat sopir bekerja juga melayat ke rumah duka korban. “Ini menjadi hal positif karena semua pihak menunjukkan empati,” jelas Ardi.
Sementara itu, sopir yang terlibat kecelakaan masih diamankan dan dalam kondisi sehat. Pemeriksaan intensif akan dilakukan setelah proses pengumpulan keterangan saksi dinilai cukup.
Terkait isu tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara, polisi menyatakan terbuka jika langkah tersebut diperlukan untuk menjawab keraguan publik. “Silakan saja jika memang perlu dilakukan,” tegasnya.
Polisi berharap, selain proses hukum berjalan, penyelesaian secara kekeluargaan juga dapat menjadi jalan terbaik bagi semua pihak yang terdampak tragedi tersebut. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT