TARAKAN – Pergerakan masyarakat lintas negara melalui Pelabuhan Malundung selama periode Lebaran 2026 menunjukkan kecenderungan yang stabil, dengan dominasi perjalanan untuk tujuan sosial, khususnya silaturahmi keluarga ke wilayah Tawau, Malaysia.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Okky Setyawan menjelaskan, karakteristik perjalanan masyarakat selama Lebaran lebih banyak dipengaruhi faktor kekeluargaan dibandingkan kepentingan wisata atau bisnis.
“Mobilitas ini memang lebih banyak untuk silaturahmi. Selain itu, ada juga WNI yang memanfaatkan jalur Tawau untuk perjalanan lanjutan atau sekadar berlibur,” ujarnya.
Berdasarkan data keimigrasian, selama periode 12 hingga 28 Maret 2026 tercatat sebanyak 717 orang masuk ke Tarakan dan 859 orang keluar. Dari total tersebut, pergerakan warga negara asing (WNA) juga cukup signifikan, yakni sekitar 300 orang masuk dan 200 orang keluar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa interaksi lintas batas antara Tarakan dan Tawau masih terjaga dengan baik, meskipun tidak mengalami lonjakan drastis selama musim libur Lebaran.
Okky menilai, kedekatan geografis serta hubungan sosial yang telah lama terjalin antara masyarakat di kedua wilayah menjadi faktor utama tingginya mobilitas tersebut.
“Hubungan kekeluargaan dan kedekatan wilayah memang menjadi faktor utama. Jadi setiap momen Lebaran, pergerakan ke Tawau tetap ada, meskipun tidak melonjak drastis,” jelasnya.
Di sisi lain, Kantor Imigrasi Tarakan juga terus mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi pembukaan jalur internasional melalui Bandara Juwata. Hingga saat ini, bandara tersebut belum melayani penerbangan luar negeri, meskipun secara kesiapan dinyatakan sudah memadai.
“Kami siap mendukung pelayanan keimigrasian apabila penerbangan internasional sudah dibuka. Dari sisi personel maupun sistem sudah siap. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pihak terkait,” tegasnya.
Namun demikian, belum adanya kepastian jadwal penerbangan internasional menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan fungsi Bandara Juwata sebagai pintu masuk internasional.
Dengan kondisi yang ada, Imigrasi Tarakan tetap berkomitmen menjaga pelayanan optimal sekaligus mendukung konektivitas lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan Kaltara. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT