TARAKAN – Lapas Kelas IIA Tarakan memperketat pengamanan selama momen kunjungan Idulfitri 1447 Hijriah. Tak tanggung-tanggung, pengamanan dilakukan berlapis dengan melibatkan aparat TNI dan Polri.
Kasi Binadik Lapas Tarakan, Fitroh Qomarudin mengatakan, pengamanan difokuskan pada alur kunjungan serta pencegahan masuknya barang terlarang ke dalam lapas.
“Kita minta bantuan TNI dan Polri untuk pengamanan di alur kunjungan dan di dalam. Mereka juga membantu pengawasan penggeledahan,” ujarnya.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memindahkan seluruh proses pemeriksaan ke area luar lapas. Dengan demikian, saat pengunjung masuk ke pintu utama, mereka sudah dalam kondisi steril.
“Jadi pemeriksaan badan dan barang kita geser ke luar. Masuk pintu utama sudah clear, tidak ada penumpukan lagi di dalam,” jelasnya.
Selain itu, sistem pengamanan diperkuat dengan tiga lapis metode, mulai dari kartu identitas, pemasangan kabel ties, hingga cap khusus sebagai tanda verifikasi. Tak hanya itu, pengawasan terhadap barang bawaan pengunjung juga diperketat.
Pengunjung hanya diperbolehkan membawa makanan, dengan catatan tidak menggunakan wadah berbahaya seperti kaca, kaleng, atau benda yang berpotensi menjadi senjata.
“Kalau ada kemasan yang berisiko, kita ganti. Sudah kita siapkan kemasan penggantinya,” tegasnya.
Barang pribadi seperti telepon genggam, dompet, dan sejenisnya dilarang dibawa masuk. Pengunjung diminta menjaga sendiri barangnya karena lapas tidak menyediakan penitipan.
Meski pengamanan diperketat, pihak lapas memastikan selama ini tidak pernah terjadi gangguan keamanan saat kunjungan Lebaran. “Selama ini aman, tidak pernah ada kejadian. Paling hanya antrean karena kapasitas di dalam terbatas,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT