Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Bulungan Pantau Pasar Induk

Fijai RT • Rabu, 11 Maret 2026 | 01:48 WIB

SIDAK: Bupati Bulungan saat melalukan sidak di Pasar Induk, Tanjung Selor.
SIDAK: Bupati Bulungan saat melalukan sidak di Pasar Induk, Tanjung Selor.
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan memperketat pemantauan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang di pasar tetap aman serta mencegah lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan,  Pemda Bulungan telah menginstruksikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bersinergi memantau kondisi harga di pasar, khususnya di Pasar Induk, Tanjung Selor dan beberapa pasar lainnya di wilayah Bulungan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bulungan untuk bekerja sama dengan Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan maupun Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bulungan memantau kondisi harga pasar, terutama di Pasar Induk Tanjung Selor dan beberapa pasar lainnya di Kabupaten Bulungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (10/3).

Menurutnya, pengawasan dilakukan terutama terhadap sembilan bahan pokok (sembako) yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pemda Bulungan ingin memastikan tidak terjadi kelangkaan ataupun kekosongan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.

“Untuk beberapa komoditas sembilan bahan pokok harus kita pastikan tidak terjadi kelangkaan maupun kekosongan yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga,” tegasnya.

Meski secara umum ketersediaan bahan pokok masih relatif aman, pemerintah  mencatat harga sejumlah komoditas masih cukup tinggi, terutama cabai rawit di Pasar Induk.

“Memang sampai hari ini berdasarkan pembaruan data dari tim di lapangan, harga cabai rawit masih cukup tinggi di Pasar Induk Tanjung Selor,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemda Bulungan telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi, termasuk melibatkan petani lokal agar produksi cabai tetap terjaga.

“Kami sudah meminta Dinas Pertanian untuk berkomunikasi langsung dengan para petani cabai agar ketersediaan produksi tetap terjaga,” jelasnya.

Syarwani menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam menghadapi momentum Lebaran 2026, mengingat permintaan masyarakat biasanya meningkat pada periode tersebut.

“Masalah harga kebutuhan pokok ini menjadi bagian dari konsentrasi pemerintah daerah, khususnya dalam menyambut Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim