TARAKAN - Antusiasme masyarakat menggunakan transportasi laut untuk mudik Lebaran tahun ini terbilang tinggi. Tiket kapal penumpang dari Pelabuhan Tarakan bahkan sudah hampir habis untuk sejumlah jadwal keberangkatan pada pertengahan Maret 2026. Sehingga kondisi ini membuat tiket untuk keberangkatan 10, 15, dan 16 Maret telah terisi oleh penumpang yang membeli tiket lebih awal.
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi mengatakan, secara umum seat yang tersedia sampai saat ini sudah terisi semua. Namun kemungkinan masih ada tambahan melalui skema non-seat yang disesuaikan dengan kondisi ruas pelayaran. Diungkapkannya, lonjakan penumpang mulai terlihat pada periode angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 6 Maret hingga 6 April 2026. Pada masa normal, jumlah penumpang dari Pelabuhan Tarakan berkisar 600 hingga 700 orang per keberangkatan. Namun pada musim mudik tahun ini jumlahnya meningkat cukup signifikan.
“Untuk keberangkatan 10, 15 dan 16 Maret itu rata-rata penumpangnya sudah di atas 1.100 sampai 1.200 orang. Jumlah ini masih berpotensi bertambah menjelang hari keberangkatan karena biasanya masih ada calon penumpang yang membeli tiket pada H-3 hingga H-2 keberangkatan," ujarnya, Senin (9/3).
"Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kami mengajukan dispensasi tambahan kapasitas kepada Kementerian Perhubungan, kapasitas normal kapal penumpang seperti KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang sekitar 1.995 orang. Namun pada periode tertentu kami memperoleh tambahan kapasitas hingga 39 persen untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang," sambungnya.
Diungkapkannya, selain menyiapkan kapasitas kapal, Pelni juga memastikan kesiapan armada yang akan melayani angkutan Lebaran dari Tarakan. Lanjutnya, terdapat 4 kapal disiapkan untuk melayani rute dari Pelabuhan Tarakan, yakni dua kapal penumpang KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu, satu kapal perintis KM Sabuk Nusantara 97 serta kapal rede KM Ganda Nusantara 05.
"Kami memastikan seluruh kapal telah menjalani pemeriksaan kelayakan sebelum dioperasikan. Ramp check terhadap kapal penumpang telah dilakukan sejak akhir Desember di beberapa pelabuhan seperti Makassar dan Balikpapan. Sehingga saat memasuki periode angkutan Lebaran ini kapal sudah siap beroperasi dan tidak ada lagi pemeriksaan ramp check,” jelasnya.
"Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama mudik, Pelni juga memberikan diskon tarif tiket sebesar 30 persen dari harga normal. Diskon tersebut berlaku untuk keberangkatan kapal mulai 11 Maret hingga 6 April 2026. Tarif normal tidak ada kenaikan. Justru ada stimulus berupa diskon tiket 30 persen yang berlaku untuk keberangkatan dalam periode tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, penumpang yang ingin melakukan perjalanan diimbau membeli tiket melalui jalur resmi, termasuk aplikasi Pelni Mobile atau kantor cabang Pelni, guna menghindari praktik percaloan. Ia juga mengingatkan penumpang agar membawa barang secukupnya selama perjalanan agar kenyamanan di dalam kapal tetap terjaga.
"Untuk arus balik Lebaran, kami memperkirakan lonjakan penumpang baru akan terjadi pada awal April. Hingga saat ini penjualan tiket arus balik masih relatif rendah. Kalau melihat pola selama ini biasanya sekitar dua minggu setelah Lebaran baru terjadi peningkatan arus balik,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT