Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Banyak Kendaraan Bermotor Dicuri di Tarakan, Ini Faktor Penyebabnya

Eliazar Simon • Jumat, 20 Februari 2026 | 09:23 WIB

 

MENDOMINASI: Kasus curanmor merupakan perkara yang paling mendominasi dalam rekapan pengungkapan Satreskrim Polres Tarakan selama Januari 2026.
MENDOMINASI: Kasus curanmor merupakan perkara yang paling mendominasi dalam rekapan pengungkapan Satreskrim Polres Tarakan selama Januari 2026.

TARAKAN – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi tindak pidana yang paling menonjol dalam rekap pengungkapan Satreskrim Polres Tarakan selama Januari 2026. Dari total 16 kasus pencurian yang berhasil diungkap, tujuh di antaranya merupakan curanmor.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah mengungkapkan, tingginya angka curanmor tidak lepas dari kelalaian pemilik kendaraan.

“Modus pelaku rata-rata memanfaatkan kelengahan korban. Banyak motor ditinggalkan dalam kondisi kunci masih menyantel. Ada juga yang kuncinya sudah dicabut, tapi tidak dikunci setang dan tidak menggunakan kunci ganda,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pelaku dengan mudah membawa kabur kendaraan. Bahkan, cukup dengan berjalan kaki menyusuri lokasi parkir, pelaku bisa langsung menemukan motor yang menjadi sasaran. “Kalau melihat kendaraan tidak dikunci dengan baik, pelaku langsung beraksi. Ada yang didorong bersama rekannya,” jelasnya.

Setelah berhasil dicuri, kendaraan kemudian dijual dengan berbagai cara. Sebagian digadaikan untuk memenuhi kebutuhan hidup, ada yang dijual utuh dengan harga murah, dan ada pula yang dipotong menjadi besi tua karena kondisi motor sudah lama. “Motifnya rata-rata untuk kebutuhan ekonomi. Kendaraan dijual cepat dengan harga rendah,” katanya.

Polisi juga menemukan adanya residivis dalam kasus curanmor. Pelaku yang pernah menjalani hukuman kembali melakukan aksi serupa setelah bebas. “Residivis menjadi perhatian kami. Kami lakukan pengawasan dan pendalaman ketika ada laporan masyarakat terkait transaksi kendaraan mencurigakan,” tegasnya.

Motor hasil curian yang dijual sebagai besi tua turut menyoroti peran pengepul yang dinilai kurang teliti. “Mereka membeli karena harganya murah dan langsung dipotong, tanpa memastikan asal-usul kendaraan,” ungkap Ridho.

Sebagai wilayah kepulauan, peredaran kendaraan curian di Tarakan relatif lebih mudah dipantau. Jajaran Reskrim Polres hingga polsek disebut bergerak cepat setiap menerima laporan. “Begitu ada laporan, kami lakukan penyelidikan. Dukungan CCTV dan keterangan saksi sangat membantu mempercepat pengungkapan,” katanya.

Meski demikian, masih ada beberapa laporan curanmor yang dalam proses pengembangan karena pelaku melarikan diri. Menjelang Ramadan, masyarakat diminta lebih waspada agar tidak menjadi korban curanmor. “Parkir kendaraan di tempat aman, cabut kunci, gunakan kunci ganda. Langkah sederhana ini sangat efektif mencegah pencurian,” imbaunya.

Selain itu, warga yang menjadi korban diminta segera melapor ke Polres Tarakan atau melalui call center 110. “Kami berharap kerja sama masyarakat sehingga kasus curanmor bisa terus ditekan,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#pencurian kendaraan bermotor #tarakan #kriminal #curanmor