TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan mengedepankan sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Kayan 2026, sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Kota Tarakan.
Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Rudika Harto Kanajiri mengatakan, operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi lebih menitikberatkan pada pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran berlalu lintas.
“Operasi Keselamatan Kayan ini kami fokuskan pada kegiatan preemtif dan preventif, yaitu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” ujar AKP Rudika.
Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polres Tarakan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengendara roda dua, hingga pengemudi kendaraan angkutan umum dan barang.
“Kami turun langsung ke sekolah-sekolah, dari tingkat SMP, SMA, sampai perguruan tinggi. Di sana kami edukasi terkait aturan berkendara, usia yang diperbolehkan mengemudi, serta risiko kecelakaan jika melanggar aturan,” jelasnya.
Selain ke lingkungan pendidikan, edukasi juga dilakukan kepada pengemudi kendaraan besar melalui kegiatan ramp check.
“Ramp check ini untuk memastikan kendaraan, terutama bus dan truk, laik jalan dan memenuhi standar keselamatan,” tambah Rudika.
Tidak hanya di ruang-ruang formal, Satlantas Polres Tarakan juga melakukan sosialisasi langsung di jalan raya melalui pembagian imbauan keselamatan, pemasangan spanduk, serta pendekatan persuasif kepada pengendara.
Menurut Rudika, pendekatan ini penting agar pesan keselamatan dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
“Kami ingatkan penggunaan helm, sabuk pengaman, larangan melawan arus, serta bahaya penggunaan knalpot tidak standar dan kendaraan bermuatan tanpa penutup,” katanya.
Meski mengedepankan edukasi, Satlantas menegaskan bahwa penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Edukasi kami lakukan, tapi jika ditemukan pelanggaran yang membahayakan, tetap kami tindak. Ini bagian dari pembelajaran agar masyarakat lebih disiplin,” tegas AKP Rudika.
Hasil dari pendekatan edukatif ini mulai terlihat. Berdasarkan data Satlantas Polres Tarakan, angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.
“Alhamdulillah, angka laka lantas menurun. Ini menunjukkan bahwa edukasi yang terus-menerus mulai berdampak pada perilaku berlalu lintas masyarakat,” ungkap Rudika.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya sosialisasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan. “Keselamatan itu bukan hanya saat operasi berlangsung. Edukasi harus terus diingatkan karena kelalaian bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Melalui Operasi Keselamatan Kayan 2026, Satlantas Polres Tarakan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
“Kami berharap masyarakat sadar bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi semua pengguna jalan. Dengan disiplin dan saling menghargai, angka kecelakaan bisa ditekan,” pungkas AKP Rudika. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT