Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dinsos Tarakan Tangani Lansia Terlantar yang Tinggal di JPO

Zakaria RT • Kamis, 5 Februari 2026 | 19:56 WIB

 

Kepala Dinsos Kota Tarakan, Arbain
Kepala Dinsos Kota Tarakan, Arbain

TARAKAN – Adanya Sosok pria lanjut usia berinisial YU yang viral karena tidur di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Yos Sudarso beberapa waktu lalu, diketahui telah terjaring penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpoll PP) dan Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinsos Tarakan Arbain saat dikonfirmasi.

Arbain menerangkan, pria tersebut berinisial YU yang merupakan warga asli Tarakan yang baru pulang setelah 29 tahun merantau di Tawau, Malaysia.

Lanjutnya, YU kembali ke Tarakan tanpa memiliki tempat tinggal dan akhirnya hidup berpindah-pindah, mulai dari kawasan Simpang Tiga Masjid hingga JPO tempat ia ditemukan.

“Sudah kami tertibkan. Bersangkutan sebenarnya orang asli sini, cuma merantau lama di Malaysia. Sebenarnya bersangkutan punya keluarga di sini, cuma bukan keluarga langsung. Kami bersama tim gabungan sempat menelusuri keluarga yang disebutkan YU dan bahkan mengantarkannya langsung ke rumah keluarga. Tapi keluarga menolak karena yang memiliki hubungan darah dengan bersangkutan sudah meninggal. Sehingga yang ada di sini itu istri dari keluarganya yang meninggal itu,” ujarnya, Kamis (5/2).

"Alasan keluarga menolak menerima YU karena alasan karakter yang keras, mudah-marah, dan sulit diajak berkomunikasi. Keluarga yang ditemui bukanlah keluarga inti atau saudara kandung YU. Dalam banyak kasus seperti ini, keluarga memang tidak siap menerima kembali,” sambungnya.

Arbain menerangkan, selain persoalan keluarga, kondisi psikologis YU juga menjadi perhatian serius. Menurut Arbain, YU kerap berbicara melantur, emosinya tidak stabil, dan memiliki kecenderungan berpikir negatif. Meski belum dilakukan pemeriksaan medis terkait kejiwaan, kondisi tersebut dinilai perlu penanganan khusus. Usia YU sendiri disebut mendekati 50 tahun.

“Beliau sering mengira kami ingin menangkap atau berbuat tidak baik kepadanya. Kami sempat menawarkan untuk membawa YU ke kantor atau shelter sementara, namun yang bersangkutan menolak dan bersikeras ingin tinggal bersama keluarganya. Beliau tidak mau dibawa ke kantor Dinsos atau Satpol PP. Maunya hanya ke keluarga,” katanya.

Lanjutnya, jika keluarga tetap menolak, Dinsos Tarakan berencana mengupayakan rujukan ke panti sosial milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan secara cepat karena harus melalui mekanisme dan antrean.

“Kewenangan panti ada di provinsi. Kami harus mengusulkan dan menunggu ketersediaan tempat. Tidak bisa langsung karena kemampuan anggaran terbatas. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #lansia #dinsos #terlantar