TARAKAN – Dalam hitungan hari umat Konghucu akan merayakan Tahun Baru Imlek 2527 Kongzili atau 2026 Masehi. Sehingga saat ini umat Konghucu sedang melakukan persiapan dalam menyambut hari raya yang juga disebut hari Sin Tjia tersebut.
Oleh sebab itu, dalam mempersiapkan hari spesial tersebut, kelenteng Toa Pek Kong Tarakan mulai merampungkan berbagai persiapan. Hingga saat ini, progres persiapan disebut telah mencapai sekitar 80 persen dan akan terus dimatangkan hingga hari puncak perayaan. Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Tinggi Konghucu Indonesia (Matakin) Tarakan, Ayi Diyanto.
Pria yang akrab disapa Kokoh Ayi tersebut menerangkan, jika persiapan sudah dimulai sejak satu setengah bulan lalu. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan area kelenteng, pengecatan ulang bangunan, hingga pemasangan lampion dan lampu hias.
“Kurang lebih satu setengah bulan ini kami sudah mulai persiapan. Mulai dari bersih-bersih, ngecat ulang, sampai sekarang pun masih terus dibersihkan. Pekerjaan difokuskan pada hampir seluruh area kelenteng. Teras bangunan, begitu juga seluruh ruangan di dalam kelenteng," ujarnya, Rabu (4/2).
"Pekerjaannya meliputi pemasangan lampion dan lampu hias sudah dilakukan sejak sekitar satu bulan terakhir. Untuk lampion, jumlahnya yang terpasang mencapai sekitar 100 buah, sementara lilin besar ada 40 pasang, semuanya sudah lengkap. Jadi untuk perlengkapan ibadah, kita sudah siap,” sambungnya.
Diungkapkannya, dengan progres yang telah mencapai 80 persen, pihaknya menargetkan seluruh persiapan rampung dalam waktu sekitar satu minggu ke depan. Hal ini lantaran masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan menjelang puncak perayaan.
"Tahun ini, perayaan Imlek mengusung shio Kuda. Shio Kuda memiliki makna kekuatan, ketangguhan, serta kelincahan, yang diharapkan dapat menjadi semangat bagi masyarakat dalam menjalani tahun mendatang. Kuda itu dikenal sebagai hewan perkasa, kuat, lincah, dan cepat. Maknanya, kita sebagai manusia juga harus bisa menjaga laju hidup, tetap giat, apalagi kondisi ekonomi juga masih sulit,” terangnya.
Ia menambahkan, pesan utama di tahun shio Kuda adalah tetap tekun dan giat berusaha, karena hasil dari kerja keras tersebut pada akhirnya akan kembali dinikmati oleh masing-masing individu. Lanjutnya, perayaan Imlek tahun ini juga mengusung tema nasional dari Matakin, yakni Kongzili. Tema ini berlaku secara nasional dan diambil dari ajaran dalam kitab suci Konghucu.
“Tema ini maknanya keadilan. Kalau ada keadilan, tidak ada persoalan, tidak ada kemiskinan. Tapi kalau tidak adil, masyarakat yang akan susah,” jelasnya.
Ia menilai tema tersebut relevan dengan kondisi sosial saat ini, baik dalam kehidupan bermasyarakat, pemerintahan, maupun penegakan hukum. Menurutnya, keadilan menjadi kunci terciptanya kehidupan yang harmonis dan sejahtera. Mengingat kata dia, saat ini masyarakat sedang mengalami masa sulit lantaran kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Kendati demikian, pihaknya enggan mengomentari kebijakan pemerintah saat ini.
"Saya kira saat ini kita sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Oleh sebab itu penting bagi kita sebagai manusia untuk menegakan keadilan dengan sungguh-sungguh. Kalau keadilan dijunjung tinggi, maka semua masyarakat akan hidup bahagia dan sejahtera. Tapi kalau keadilan tidak ada, maka segala aspek kehidupan manusia tidak akan berjalan dengan baik. Saya kira semua keyakinan mengajarkan hal ini," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT