TARAKAN – Rawannya kemacetan pada jam tertentu di Jalan Sei Sesayap Kelurahan Kampung Empat, membuat pemerintah harus memutar otak untuk memecah kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Mengingat kondisi Jalan Sei Sesayap dinilai sudah tidak relevan untuk menjadi jalan utama lantaran lebar jalan yang minim serta padatnya aktivitas masyarakat yang melintas di jalan tersebut.
Sehingga, melihat kondisi ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana melakukan pengalihan jalan utama Sei Sesayap yang melintasi sekolah Ulul Albab beralih melalui sport Center atau Gelangang Olahraga (GOR).
Kepala DPUTR Tarakan, Fandariansyah menerangkan, bahwa pembangunan jembatan di kawasan Pasar Rakyat menjadi salah satu prioritas pemerintah ke depan. Hal ini dilakukan untuk menghidupkan kawasan timur Kota Tarakan yang dinilai sebagai pusat aktivitas masyarakat.
“Iya, jadi Pasar Rakyat itu memang menjadi prioritas kita ke depan, karena untuk menghidupkan kawasan timur itu. Di situ kan ada pusat kegiatan kita, ada GOR, ada masjid, ada TACC, ada pasar, dan seterusnya. Jembatan itu akan menjadi penghubung utama antar kawasan dan direncanakan sebagai jalan utama yang dilalui masyarakat. Selain itu, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di kawasan tersebut," ujarnya, Senin (2/2).
“Kondisi lalu lintas saat ini sudah cukup padat dan berisiko, terutama karena banyak anak-anak yang melintas di jalur kendaraan besar. Dengan kepadatan seperti itu harus sudah dipikirkan dari sekarang,” sambungnya.
Adapun terkait rencana pembangunan jembatan yang melibatkan pihak Medco, Fandariansyah mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan dan pada prinsipnya kedua belah pihak sepaham. Saat ini, pembahasan masih difokuskan pada persoalan teknis, khususnya pengamanan pipa-pipa milik Medco di sekitar lokasi pembangunan.
“Dengan Medco kita sudah koordinasi, tinggal masalah teknisnya saja, termasuk pengamanan pipa-pipa mereka. Sebelum pembangunan direalisasikan, pemerintah akan memastikan seluruh aspek telah terpenuhi, mulai dari teknis, administrasi, hingga sosial di masyarakat," jelasnya.
“Kita pastikan dulu semuanya secara teknis, secara administrasi, maupun secara sosialnya. Kita berharap makin cepat, jadi makin baik. Ini masih rencana, kita lihat. Belum lagi direncanakan secara final,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Tarakan, Syahrun menerangkan, akses jalan menjadi hambatan bagi masyarakat untuk berbelanja ke Pasar Rakyat. Sebab apabila melalui jalan besar, harus memutar dulu sehingga memakan waktu dan jarak tempuh yang cukup panjang.
"Dengan dibangunnya jembatan nanti dapat memperpendek jarak tempuh. Di mana masyarakat bisa melalui kawasan Islamic Center kemudian menyeberang ke Pasar Rakyat dengan melintasi jembatan tersebut. Kalau mau berfungsi (Pasar Rakyat) memang kita harus bikin jembatan. Biar masyarakat dari Islamic Center bisa membeli ke situ (Pasar Rakyat)," ungkapnya.
Menurut Syahrun, pihaknya sudah membuat desain jembatan dengan panjang diperkirakan mencapai 100 meter. Diharapkan dapat dianggarkan tahun 2026. Lanjutnya, langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk mengatasi kemacetan di depan sekolah Ulul Albab. Yang mana sering terjadi kemacetan di pagi hari karena jadwal masuk sekolah.
"Untuk anggarannya sementara ini masih dihitung. Namun rencananya mau masuk multi years. Ini juga salah satu upaya mengatasi kemacetan di depan Ulul Albab. Sehingga yang dari Mamburungan, Karungan bisa lewat jembatan nant, tidak melalui jalan di depan Ulul Albab," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT