Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Layani Penduduk Terbanyak di Kaltara, Disdukcapil Tarakan Dihimpit Anggaran Minim

Zakaria RT • Kamis, 29 Januari 2026 | 21:19 WIB
Kepala Disdukcapil Kota Tarakan Hery Purwono
Kepala Disdukcapil Kota Tarakan Hery Purwono

TARAKAN – Sebagai kota yang memiliki penduduk terbanyak di Kalimantan Utara (Kaltara), Kota Tarakan memiliki kesibukan dan aktivitas pengurusan administrasi cukup tinggi. Sehingga kondisi ini membuat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tarakan harus bekerja ekstra dalam memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Salah satunya ialah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan yang saat ini dihadapkan dengan tantangan serius dalam pelayanan administrasi kependudukan. Meski menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak dan mobilitas tertinggi di Kaltara, Disdukcapil Tarakan justru bekerja dengan keterbatasan anggaran dan minimnya dukungan sarana prasarana.

Saat dikonfirmasi, Kepala Disdukcapil Kota Tarakan Hery Purwono mengungkapkan, jika hingga saat ini keterbatasan anggaran menjadi persoalan utama yang dihadapi instansinya. Bahkan, dikatakannya, alokasi anggaran perjalanan dinas bagi pegawai sangat terbatas dan jauh dari kebutuhan operasional ideal.

“Kalau boleh jujur Pak, anggaran kami sangat minim. Untuk perjalanan dinas ke luar daerah hanya dua kali dalam setahun. Tahun ini pun sama, hanya dua kali. Padahal mobilitas dan kebutuhan koordinasi sangat tinggi,” ujarnya, Kamis (29/1).

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana intensitas perjalanan dinas bisa mencapai 10 kali dalam setahun. Namun kini, jumlah tersebut menyusut drastis menjadi empat kali, bahkan dua kali untuk kegiatan tertentu. Lanjutnya, akibat keterbatasan tersebut, Disdukcapil Tarakan kerap bergantung pada koordinasi informal.

“Kadang kalau ada kegiatan provinsi di Tarakan dan teman-teman DPRD kebetulan pulang daerah pemilihan, kami titip koordinasi. Ini karena anggaran memang sangat terbatas,” jelasnya.

Ia juga membeberkan, jika beban pelayanan Disdukcapil Tarakan tidak hanya berasal dari warga setempat. Sebagai kota transit dan pusat pendidikan, Disdukcapil Tarakan melayani banyak penduduk dari luar daerah, termasuk mahasiswa dan pelajar dari kabupaten lain di Kaltara.

“Banyak warga dari luar Tarakan yang bekerja, kuliah, atau tinggal sementara di sini. Mereka tetap kami layani, terutama perekaman dan pencetakan KTP, karena kalau harus pulang ke daerah asal biayanya cukup besar,” jelasnya.

"Kalau berdasarkan data kependudukan semester I tahun 2025, jumlah penduduk Tarakan tercatat sekitar 257 ribu jiwa, dengan tren pertumbuhan tahunan sekitar 4.000 hingga 5.000 jiwa. Hery memperkirakan jumlah tersebut bisa mencapai 259–260 ribu jiwa pada semester berikutnya. Kami juga mulai mencatat penduduk non-permanen untuk memetakan dinamika kependudukan, meski mereka belum menetap secara tetap," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #disdukcapil #kependudukan