TARAKAN – Kinerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan sepanjang tahun 2025 mencatatkan hasil gemilang. Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) menembus Rp 17,52 miliar, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 2,93 miliar. Tingginya mobilitas warga ke luar negeri, khususnya ke Malaysia, menjadi salah satu faktor pendorong utama capaian tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Okky Setyawan mengungkapkan, lonjakan PNBP didominasi oleh permintaan layanan penerbitan paspor dan pelayanan izin tinggal.
“Realisasi PNBP tahun 2025 mencapai Rp 17.527.516.359. Kontribusi terbesar berasal dari layanan paspor dan izin tinggal,” kata Okky, Jumat (23/1).
Selain capaian pendapatan, kinerja penyerapan anggaran juga menunjukkan hasil optimal. Hingga akhir tahun 2025, tingkat penyerapan anggaran Kantor Imigrasi Tarakan tercatat sebesar 97,64 persen.
Okky menjelaskan, meningkatnya aktivitas perjalanan internasional masyarakat Tarakan turut berpengaruh signifikan terhadap tingginya permohonan paspor. Salah satunya terlihat dari lonjakan jumlah penumpang kapal feri rute Tarakan–Tawau, Malaysia.
“Biasanya jumlah penumpang di bawah 50 orang per hari. Namun saat periode Natal kemarin bisa mencapai 150 penumpang per hari,” ungkapnya.
Mayoritas pemohon paspor diketahui bepergian untuk keperluan wisata dan ibadah umrah. Faktor kedekatan geografis dengan Malaysia serta adanya hubungan keluarga lintas negara juga menjadi alasan tingginya permintaan dokumen perjalanan.
Memasuki tahun 2026, Kantor Imigrasi Tarakan menargetkan PNBP sebesar Rp 7,5 miliar. Untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi pelayanan terus dioptimalkan, salah satunya melalui peningkatan kualitas layanan publik.
“Salah satu fokus kami adalah memaksimalkan pelayanan paspor dan izin tinggal. Target PNBP tahun 2026 sekitar Rp 7,5 miliar,” jelas Okky.
Dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi (HBI), Kantor Imigrasi Tarakan turut menghadirkan inovasi layanan Paspor Simpatik, yakni pelayanan pembuatan paspor di luar jam kerja. Layanan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pada 10, 17, dan 24 Januari 2026.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut terbilang positif. Pada pelaksanaan Paspor Simpatik Sabtu pekan lalu, Imigrasi Tarakan melayani sebanyak 13 permohonan paspor.
“Layanan ini kami hadirkan untuk memudahkan masyarakat yang tidak sempat mengurus paspor di hari kerja. Prosedurnya tetap sama seperti pelayanan reguler,” ujarnya.
Meski hingga kini penerbangan internasional dari Bandara Juwata Tarakan belum beroperasi, pihak Imigrasi memastikan kesiapan penuh dalam memberikan pelayanan pemeriksaan keimigrasian apabila penerbangan internasional kembali dibuka.
Pada tahun 2026, Kantor Imigrasi Tarakan juga mulai mempersiapkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Berbagai inovasi pelayanan akan terus dikembangkan, termasuk peluang memperluas layanan Paspor Simpatik ke wilayah lain di Kota Tarakan.
“Pelayanan yang mudah dan inovatif tidak hanya meningkatkan kepuasan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan PNBP," pungkas Okky. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT