TARAKAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Se-Kaltara bakal menggelar simulasi penanganan kebencanaan terpadu yang akan dipusatkan di Kota Tarakan. Kegiatan ini dirancang melibatkan lintas daerah, lintas sektor, serta masyarakat, sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Hal itulah yang diungkapkan Kepala BPBD Tarakan Yonsep, di mana rencana tersebut mencakup simulasi penanganan bencana yang mendekati kondisi kejadian nyata, dengan skenario yang telah disusun secara detail. Dalam simulasi ini, setiap pihak akan memiliki peran dan tugas yang jelas sesuai dengan skenario yang ditetapkan.
“Simulasi ini bukan mitigasi, tapi lebih pada penanganan kebencanaan. Skenarionya sudah ada, siapa melakukan apa sudah diatur, sehingga saat kejadian nyata tidak terjadi kebingungan,” ujarnya, Jumat (16/1).
"Pelaksanaan simulasi akan dipusatkan di Tarakan dengan melibatkan kabupaten dan kota lain di Kaltara. Setiap daerah akan disesuaikan dengan potensi risiko bencana masing-masing, seperti banjir, kebakaran permukiman dan lahan, gempa bumi, evakuasi gedung, hingga penyelamatan dan relokasi korban," sambungnya.
Diungkapkannya, simulasi dirancang berlangsung selama satu hingga tiga hari, dengan titik kejadian tersebar sesuai jenis risiko bencana. Fokus utama kegiatan ini adalah melatih koordinasi dari level pimpinan hingga pelaksana di lapangan, agar seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawabnya dalam situasi darurat.
"Dalam pelaksanaannya, masyarakat juga akan dilibatkan melalui kader-kader kebencanaan yang telah dibina sebelumnya, seperti relawan dan komunitas peduli bencana di tingkat kelurahan. Masyarakat akan diberi informasi pada titik-titik tertentu untuk menghindari kepanikan, sekaligus melatih respons pasca bencana," urainya.
Lanjutnya, simulasi ini juga akan melibatkan berbagai gedung dan fasilitas umum, termasuk sekolah, perkantoran, hotel, dan kawasan permukiman. Sekolah dipandang sebagai salah satu lokasi prioritas karena menjadi pusat berkumpulnya ribuan orang dalam waktu bersamaan.
"Selain evakuasi dan penyelamatan korban, simulasi juga akan mencakup pengelolaan tempat pengungsian, penanganan psikologis korban dengan melibatkan tenaga psikolog, serta pengaturan logistik dan personel. Pelaksanaan dibuat mendekati kondisi nyata, termasuk suasana darurat yang dramatis, guna melatih kesiapan mental petugas dan masyarakat," tuturnya.
Adapun untuk pendanaan, Yonsep membeberkan jika rencana simulasi akan diusulkan pada tahun berjalan dengan skema pembiayaan bersama. Anggaran tidak hanya bersumber dari pemerintah provinsi dan daerah, tetapi juga melibatkan pihak swasta melalui kolaborasi, seperti BUMN, perbankan, dan perusahaan lainnya.
"Melalui simulasi ini, pemerintah berharap tercipta pemahaman bersama dan penguatan koordinasi lintas sektor, sehingga penanganan bencana di Kaltara dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terorganisir saat bencana sesungguhnya terjadi," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT