TARAKAN – Jelang pergantian malam tahun baru 2026, ikan mulai diburu masyarakat Kota Tarakan. Hal itu terlihat dari sejumlah pasar tradisional. Sehingga kondisi ini menimbulkan banyaknya pedagang musiman yang hadir untuk menjual komoditi yang dibutuhkan pada perayaan tahun baru, khususnya komoditi ikan. Sehingga harga ikan di pasar tradisional mengalami fluktuatif.
Salah satu pedagang di Pasar Ikan Beringin, Muhajir menerangkan, sejak seminggu terakhir beberapa jenis ikan mengalami penurunan harga seperti ikan layang saat ini dijual Rp 25 ribu per kilogram, padahal harga normal dikisaran Rp 40-45 ribu per kilogram.
“Untuk ikan tongkol kemarin turun menjadi Rp 25 ribu, sebelumnya kita jual Rp 30 ribu per kilogram. Ikan tongkol ini ada dua jenis, ada yang isi 3 ekor dalam satu kilo, ada juga yang isi 6 ekor. Ikan tuna kita jual dengan harga Rp 30 ribu, harga sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram. Stok memang sedang banyak, atau melimpah karena ada pasokan dari Tolitoli, Palu, dan Berau,” katanya, Selasa (30/12).
Sementara itu, adapun untuk ikan merah, putih, dan arut yang mengalami kenaikan dari harga awal sekitar Rp 40 ribu, menjadi Rp 70 ribu per kilogram dikarenakan stok berkurangan. Dikatakannya, kenaikan terjadi karena meningkatnya permintaan untuk kebutuhan acara tahun baru.
“Mendekati malam tahun baru nanti, diperkirakan semua jenis ikan akan mengalami kenaikan harga. Kalau ikan bandeng masih stabil dikisaran harga Rp 20-25 ribu per kilogram, namun untuk kualitas ekspor Rp 30 ribu per kilogram. Kondisi ini sama seperti harga udang yang masih tetap stabil di harga Rp 40 ribu per kilogram," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT