TARAKAN - Satu hari menjelang perayaan Natal 2025, berbagai gereja di Kota Tarakan telah bersiap untuk melaksanakan ibadah. Hal itu terpantau pada salah satu gereja terbesar di Kota Tarakan, yakni Gereja Santa Maria Imakulata yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pamusian.
Pastor Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imakulata, Antonius Andri Atmoko menerangkan jika saat ini persiapan Gereja Santa Maria Imakulata dalam melaksanakan ibadah Natal mencapai 99 persen. Dikatakannya, pelaksanaan ibadah misah natal akan dimulai pada sore ini sekitar pukul 17.00 WITA kemudian dilanjutkan pada pukul 21.00 WITA. Adapun perayaan ibadah Natal besok dimulai pada pukul 07.00 WITA dan gelombang kedua dimulai pukul 10.00 WITA.
"Persiapan Gereja Imakulata tahun ini merayakan Natal seperti biasa. Ada ibadah Natal malam dan ada ibadah natal pagi. Yang malam itu jam 17.00 WITA dan jam 21.00 WITA. Sementara ibadah Natal pagi itu pukul 07.00 pagi dan jam 10 pagi," ujarnya, Rabu (24/12).
"Persiapan sudah 1 bulan sebelumnya, mereka latihan menyanyi, menari hampir setiap malam latihan digelar. Tahun ini nuansanya harus lebih sederhana, apalagi adanya peristiwa bencana di Sumatera kita harus menunjukkan rasa empati," sambungnya.
Dikatakannya, perayaan Natal di gereja Paroki Santa Maria Imakulata tahun ini mengangkat "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga". Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga keluarga dari pengaruh eksternal. Selain itu, ia menegaskan jika di tahun ia menekankan kesederhanaan pada perayaan Natal. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa empati atas musibah bencana alam yang terjadi di 3 provinsi di Sumatra.
"Perayaan ini memang secara khusus mengangkat tema nasional yang sudah disosialisasikan. Judul tema-nya, "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga". Dari tema ini, kami ingin menekankan kepada umat betapa pentingnya menjaga keluarga pada zaman ini dari pengaruh modernisasi. Misalnya media sosial jika tidak dimanfaatkan secara bijak maka dapat berdampak negatif bagi seseorang. Dia bisa terpengaruh gaya hidup, berperilaku dan menormalkan hal-hal yang menyimpang," katanya.
"Sehingga tema ini menyadarkan kembali bahwa kita harus senantiasa menjaga keluarga kita dari pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak keimanan. Natal tahun ini mengajak setiap keluarga kembali berintrospeksi tentang menjaga keluarga masing-masing," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT