TARAKAN – Pelaksanaan Operasi Zebra Kayan 2025 di Kota Tarakan berakhir dengan hasil cukup memuaska. Selama 14 hari operasi, mulai 17 hingga 30 Desember lalu, Satlantas Polres Tarakan mencatat tidak ada satu pun kejadian kecelakaan lalu lintas.
Capaian ini dinilai sebagai bukti meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berkendara.
Kasat Lantas Polres Tarakan AKP Rudika Harto Kanjiri menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan operasi—mulai dari edukasi, pencegahan hingga penindakan—berjalan maksimal dan kondusif.
“Alhamdulillah selama Operasi Zebra Kayan, angka kecelakaan di Kota Tarakan berada di titik nol. Ini menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” ujarnya, Selasa (2/12).
Meskipun angka kecelakaan nihil, pelanggaran lalu lintas masih ditemukan. Satlantas melakukan 35 penindakan melalui ETLE statis, dua tilang manual, dan 147 teguran kepada pengendara yang melanggar.
Pelanggaran terbesar didominasi oleh pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI, mencapai 118 kasus.
Selain itu, terdapat 32 pelanggaran melawan arus dan 21 kasus penggunaan knalpot brong. Untuk kendaraan roda empat, petugas mencatat dua pelanggaran sabuk keselamatan dan satu pelanggaran knalpot brong.
AKP Rudika menegaskan, penggunaan sistem ETLE mampu meningkatkan efektivitas penindakan, karena seluruh proses berjalan otomatis dan transparan.
“ETLE berjalan tanpa hambatan. Para pelanggar juga kooperatif dan mengakui kesalahannya. Data kendaraan yang terintegrasi memudahkan kami mengirim surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan,” jelasnya.
Selain penindakan, Operasi Zebra Kayan 2025 juga menekankan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (pre-emptive).
Selama operasi, Satlantas melaksanakan 29 kegiatan sambang ke komunitas kendaraan, 10 sosialisasi tertib berlalu lintas di sekolah dan kampus, 2 penyuluhan ke perusahaan, 146 unggahan edukasi melalui berbagai platform media sosial dan penyebaran 65 spanduk, 95 leaflet, dan 1.385 stiker imbauan keselamatan.
Pendekatan ini dilakukan untuk menjangkau seluruh kelompok pengguna jalan, baik pelajar, masyarakat umum, hingga komunitas otomotif.
Upaya preventif juga digencarkan Satlantas, dengan melakukan enam kegiatan ramp check terhadap sopir truk dan bus di terminal serta pool perusahaan angkutan. Selain itu, dua kegiatan pengecekan kelengkapan kendaraan di sekolah, kampus, dan perusahaan turut dilaksanakan.
Sementara itu, kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli (turjawali) mencapai 994 kali selama operasi berlangsung. Hal ini bertujuan menekan potensi terjadinya pelanggaran dan kecelakaan di titik-titik rawan.
“Upaya preventif menjadi kunci menekan risiko kecelakaan. Kami tetap konsisten melakukan patroli, pembinaan, dan sosialisasi meskipun operasi telah berakhir. Kegiatan ini bukan seremonial tahunan, tetapi bagian dari komitmen menjaga keselamatan warga Tarakan,” tegas AKP Rudika.
Dengan capaian nihil kecelakaan, Satlantas Polres Tarakan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang dinilai semakin sadar untuk tertib dan berhati-hati saat berkendara.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat Tarakan yang semakin patuh. Semoga kepatuhan ini tidak hanya saat operasi, tetapi juga menjadi kebiasaan sehari-hari,” tutup AKP Rudika. (zar)
Editor : Azwar Halim