Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Kaltara hingga Seminggu Kedepan

Eliazar Simon • Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:54 WIB
ELIAZAR/RADAR TARAKAN CUACA EKSTREM : BMKG Tarakan memprediksi hingga seminggu kedepan wilayah Kaltara masih akan dilanda cuaca ekstrem
ELIAZAR/RADAR TARAKAN CUACA EKSTREM : BMKG Tarakan memprediksi hingga seminggu kedepan wilayah Kaltara masih akan dilanda cuaca ekstrem

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang masih akan melanda wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, berdasarkan analisis terkini, cuaca di wilayah Kaltara masih didominasi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Untuk tiga hari ke depan, bahkan sampai satu minggu, Kaltara masih berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat. Dan ini berpeluang disertai cuaca ekstrem, seperti angin kencang,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (9/10).

Sulam menjelaskan, cuaca ekstrem juga sempat terjadi pada Rabu malam (8/10), di mana alat pemantau cuaca BMKG mencatat kecepatan angin yang cukup tinggi.

Di Bandara Juwata Tarakan, angin tercatat mencapai 29,5 knot atau hampir 60 km per jam. Sementara itu, di wilayah Pelabuhan, angin bahkan mencapai hampir 40 knot atau sekitar 80 km per jam.

“Ini sudah termasuk kategori angin ekstrem, karena batasnya 25 knot. Jadi kejadian tadi malam memang cukup signifikan dari segi kecepatan angin,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi bukan semata-mata karena faktor lokal. Beberapa dinamika atmosfer tingkat regional dan global ikut berkontribusi, di antaranya aktifnya Gelombang Rossby Ekuator di wilayah Kalimantan bagian utara.

“Walaupun saat ini MJO (Madden-Julian Oscillation) dalam kondisi netral dan tidak terlalu berpengaruh, namun Gelombang Rossby yang aktif ini menjadi pemicu pertumbuhan awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.

Ditambah lagi, kondisi labilitas atmosfer yang tinggi, kelembapan udara pada lapisan menengah yang mencapai 70–100 persen, serta adanya belokan angin di lapisan 3.000 kaki membuat udara lembap tertahan dan terkumpul di satu wilayah.

Hal ini meningkatkan peluang terbentuknya awan cumulonimbus (Cb), yang identik dengan hujan deras, petir, dan angin kencang.

Citra radar cuaca BMKG pada 8 Oktober menunjukkan pergerakan awan hujan dari arah barat menuju wilayah Tarakan.

Awan cumulonimbus mulai memasuki wilayah Tarakan Barat pada pukul 12.29 UTC dan secara bertahap meluas ke Tarakan Tengah, Utara, hingga Timur pada pukul 13.39 UTC.

“Reflektifitas radar menunjukkan nilai antara 35 hingga 50 dBZ. Itu menandakan aktivitas awan sangat intens dan berpotensi menyebabkan hujan lebat dan angin kencang,” papar Sulam.

BMKG memprediksi bahwa pada tanggal 9 Oktober, lima kabupaten/kota di Kaltara berpotensi diguyur hujan lebat. Sementara pada tanggal 10 Oktober, wilayah Kota Tarakan, Tanah Tidung, Nunukan, dan Bulungan menjadi daerah paling terdampak.

Cuaca ekstrem diperkirakan mulai menurun pada tanggal 11 Oktober, dengan tiga kabupaten/kota yang masih terdampak yakni Nunukan, Malinau, dan Bulungan.

BMKG mengimbau warga untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi dan menunda aktivitas di luar ruangan jika terjadi hujan lebat atau angin kencang.

“Kami sudah memetakan potensi hujan per desa dan kelurahan. Untuk Kaltara ada 484 titik, datanya kami tampilkan secara digital dan bisa diakses masyarakat lewat website BMKG. Informasi disediakan tiap 3 jam hingga 10 hari ke depan,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #cuaca ekstrem #bmkg