TARAKAN - Ekspor komoditi perikanan di Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan potensi besar sektor perikanan dalam meningkatkan perekonomian daerah.
Ketua Tim Kerja Karantina Ikan pada Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara, Syahrani mengungkapkan, ekspor komoditi perikanan di Kaltara meningkat karena kemudahan dalam proses perizinan online dan persyaratan yang diberikan. "Jadi para pelaku usaha ekspor yang ingin mengirimkan produknya bisa mengajukan nya dari rumah," ujarnya, Rabu (1/10).
Lanjutnya, volume dan frekuensi komoditi perikanan yang diekspor dari Januari hingga Agustus 2025 yaitu udang windu sebanyak 27.743.145 kilogram, kepiting bakau 7.429.018 kilogram, ikan bandeng 1.810.301 kilogram, dan kerang darah sebesar 257.427 kilogram.
"Pengiriman dilakukan ke beberapa negara yaitu Malaysia 1.880 kali, Singapura 280 kali, Jepang 167 kali, Taiwan 39 kali, dan Thailand 66 kali. Khusus kerang darah, lebih banyak dikirim ke Thailand, sedangkan kepiting lebih banyak ke Singapura, dan ikan bandeng ke Amerika, Jepang, serta beberapa negara lainnya," katanya.
Adapun, kendala yang dihadapi biasanya terkait transportasi alat angkut, seperti kapal kayu via Sebatik ke Tawau dan masalah koneksi pesawat di bandara yang menyebabkan barang kadang tertahan di tempat transit.
"Sehingga diharapkan dengan bandara yang sudah berstatus internasional, ada pesawat langsung sehingga pengiriman ekspor lebih cepat," jelasnya.
Dirinya berharap agar ekspor terus meningkat di Kaltara dan kemudahan administrasi yang diberikan dapat memperluas pemasaran ekspor serta meningkatkan kepatuhan pengguna jasa terhadap prosedur yang ada di BKHIT Kaltara. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim